Kejari Pontianak Tuntut Maksimal Pelaku Perkara Narkoba

Kejari Pontianak mengelar pemusnahan barang bukti yang di sita,ada sebagian perkara narkoba bulan oktober 2018 yang incrah di tahun 2019

Kejari Pontianak Tuntut Maksimal Pelaku Perkara Narkoba
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hadi Sudirmansyah
Kepala Kejari Pontianak Refli SH bersama perwakilan dari BNN Prov Kalbar, BPOM Pontianak dan Polresta Pontianak saat memusnahkan barang bukti dengan cara di bakar. 

Kejari Pontianak Tuntut Maksimal Pelaku Perkara Narkoba

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak mengelar pemusnahan barang bukti yang di sita,ada sebagian perkara narkoba bulan oktober 2018 yang incrah di tahun 2019.

Pemusnahan barang bukti narkoba yang di gelar Kejari Pontianak yakni didukung peralatan dari BNN Prov Kalbar untuk memusnahkan barang bukti narkoba dan obat-obat tanpa ijin edar.

Sementara untuk barang bukti lain yang diantaranya ada perkara tindak pidana umum, alat hisap narkoba, perjudian, obat tradisional, kosmetik serta lainnya di musnahkan dengan cara di bakar secara manual.

Ke‎pala Kejari Pontianak Refli SH menuturkan di tahun 2018 pihaknya menangani perkara narkoba lebih dari 113 perkara, namun ada perkaranya yang baru incrah di tahun 2019 ini.

"Ini kalau tidak salah, dari bulan oktober 2018 lalu yang incrah di tahun ini, nah sekarang barang buktinya kita musnahkan,"kata Refli SH pada Kamis (14/3) usai pimpin pemusnahan barang bukti.

Baca: Karolin Dorong Caleg Perempuan Maksimalkan Kinerja Meraih Dukungan Masyarakat

Baca: Dapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, Camat Nanga Taman: Rumah Telah Selesai Dikerjakan

Baca: Prabowo KW dan Jokowi KW, Mana yang Paling Mirip dengan Aslinya? Pastikan Kamu tidak Tertipu

Tak hanya it‎u, ia pun menuturkan berterima kasih kepada semua pihak yang turut mendukung, terutama pada Kasi Barang Bukti Susan Rosalina yang giat mengawasi Barang bukti dan mengiat melaksanakan kegiatan ini.

"Untuk kasus narkoba, Kejari Pontianak juga telah ada beberapa perkara yang pelaku di berikan hukuman maksimal, bahkan ada yang di tuntut seumur hidup dan hukuman mati,"katanya.

Selain itu untuk barang bukti, untuk kasus narkoba tidak ada barang bukti yang di rampas untuk negara, tetapi jika di jerat dengan TPPU ada barang buktinya yang di rampas untuk negara.

"Untuk TPPU rangkaian dari kasus narkoba biasanya ada tanah, rumah dan harta benda yang lain, dan saat ini ada perkara TPPU yang sedang berjalan, nanti jika sudah incrah, barang bukti akan kami lelang,"pungkasnya.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved