Pileg 2019

Jelang Kampanye Terbuka, Bawaslu Imbau Tidak Libatkan Anak-anak

Bawaslu juga melakukan pengawasan kepada media, untuk melihat karena sudah diatur.

Jelang Kampanye Terbuka, Bawaslu Imbau Tidak Libatkan Anak-anak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Anggota Bawaslu Sekadau, Theodorus Sutet 

Jelang Kampanye Terbuka, Bawaslu Imbau Tidak Libatkan Anak-anak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  Kabupaten Sekadau menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya yakni, mengawasi, mencegah, menindak, dan memutuskan. Hal itu diungkapkan oleh anggota Bawaslu Sekadau Theodorus Sutet.

"Jadi kami akan terus mengawas, mencegah, menindak, dan memutuskan sesuai tupoksinya. Dan saat ini kepada parpol masalah surat tanda terima pemberitahuan (STTP) bisa diurus di Polres Sekadau. Untuk mempermudah kami dalam melakukan pengawasan," ujarnya, Kamis (14/3).

Ia juga mengatakan, menjelang rapat umum dan kampanye di media massa. Pihaknya mengimbau kiranya dalam melakukan kampanye rapat umum dilarang melibatkan anak-anak.

Bawaslu juga melakukan pengawasan kepada media, untuk melihat karena sudah diatur. 

Baca: Bawa Barang Impor Tak Berdokumen, Bea Cukai Pontianak Tahan Tiga Truk Fuso di Pelabuhan

Baca: SKOR Liga Champion Barcelona Vs Lyon - Barcelona Bantai Lyon Tampa Ampun 5-1

"Kami juga mengimbau agar kiranya parpol untuk tidak melibatkan kades dan sekdes. Kami sudah menangani sekdes satu, kode etik satu anggota KPPS ikut kampanye. Kirim rekomendasi ke KPU dan sudah diproses dan ditindaklanjuti. Kami juga menanangi kasus politik uang ada satu kasus, terkait diteruskan atau tidak akan diputuskan Gakkumdu," ungkapnya. 

Ia juga mengatakan, Bawaslu menempatkan satu pengawas di setiap TPS, untuk itu pihaknya mengimbau agar tidak ada lagi sitilah politik uang, karena pihaknya akan mengawasi secara langsung. 

"Kita tidak main-main kalau menemukan pelanggaran terstruktur, sistematis dan masif (TSM) maka akan digugurkan. Kami mengharapkan kerjasama parpol, Bawaslu yang akan memberikan pelatihan. Jadi, saksi parpol hanya dua orang. Jangan sampai protes ke Bawaslu selesai pleno tetapi tidak menghadirkan saksi. Diperkirakan akhir bulan ini kami akan lakukan bimtek. Mohon kerjasamanya untuk nama-namanya disampaikan kepada Bawaslu," katanya. 

"Uang makan minum tidak boleh diuangkan. Jangan sampai selesai kampanye memberikan uang maka akan menjadi temuan. Rata-rata kasus yang ditangani adalah temuan. Jangan sampai kami menangani kasus baru kocar-kacir," tukas Sutet.  

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved