Cegah Bayi Lahir Premature, Ini Tips dari dr Aldila Geri Istantina

Persalinan prematur atau kurang bulan merupakan persalinan sebelum usia kehamilan 37 minggu atau 259 hari sejak hari pertama haid terakir.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Jamadin
Cegah Bayi Lahir Premature, Ini Tips dari dr Aldila Geri Istantina
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Dokter Umum di RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau, dr Aldila Geri Katanya, MH.

Cegah Bayi Lahir Premature, Ini Tips dari dr Aldila Geri Istantina

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Seorang Dokter Umum di RSUD dr.Achmad Diponegoro Putussibau, dr. Aldila Geri Istantina, MH menyatakan,  persalinan prematur menjadi ketakutan tersendiri bagi sebagian ibu, terlebih kondisi bayi prematur dengan kondisi yang membutuhkan perawatan ekstra dibanding dengan bayi lahir aterm atau cukup bulan.

"Persalinan prematur atau kurang bulan merupakan persalinan sebelum usia kehamilan 37 minggu atau 259 hari sejak hari pertama haid terakir. Persalinan prematur sangat sering kita dengar dimasyarakat, namun persalinan prematur sebenarnya dibagi menurut usia kehamilannya," ujarnya kepada Tribun, Kamis (14/3/2019).

Menurutnya, persalinan sangat-sangat prematur/ extremly preterm jika persalinan pada usia kehamilan < 28 ₂minggu, persalinan sangat premature/ very pretem yaitu persalinan antara usia kehamilan 28-32 minggu, dan persalinan sedikit prematur/moderate or late preterm usia kehamilan 32-36 minggu terjadi persalinan," ucapnya.

Baca: Cara Mempertahankan Integritas Saat Bekerja, Ini Saran Dari Motivator Chairul Fuad

Baca: FOTO: Konferensi Pers Polda Kalbar Ungkap Tindak Pidana Narkotika Seberat 4 Kg Sabu

Aldila menjelaskan, Indonesia merupakan negara dengan angka persalinan prematur atau kurang bulan tertinggi nomor lima di dunia. Persalinan prematur sendiri sebanarnya dapat dicegah jika kita paham dan waspada terhadap faktor resiko penyebab persalinan prematur," ujarnya.

Penyebab persalinan prematur atau kurang bulan yang harus dipahami adalah usia ibu saat mengandung, pada usia ibu hamil kurang dari 19 tahun dapat meningkatkan resiko terjadinya persalinan prematur, mengingat organ reproduksi belum siap dengan kehamilan, dan dapat meningkatkan resiko infeksi seta ketuban pecah dini yang memicu persalinan kurang bulan.

"Jarak antar kehamilan yang terlalu dekat juga meningkatkan risiko persalinan prematur, persalinan prematur pada kehamilan sebelumnya juga memiliki risiko persalinan kurang bulan pada kehamilan berikutnya, jarak kehamilan yang disarankan adalah diatas 23 bulan," ucapnya.

Aldila menuturkan, asupan nutrisi sebelum hamil dan selama masa kehamilan berperan penting dalam mencegah bayi lahir prematur, asupan vitamin A, vitamin D dan vitamin E yang dapat diperoleh dari sayur-sayuran, dan buah bedasarkan penelitian yang meta analisis McCauley dapat menurunkan risiko infeksi selama kehamilan yang bedampak pada persalinan premature. 

"Asupan suplement zat besi, asam folat, dan zinc dapat mencegah persalinan premature atau kurang bulan. Kenaikan berat badan pada saat hamil sebesar 0,23-0,68 kg/minggu pada wanita underweight atau IMT < 19 kg/m₂ sangat disarankan karena dapat mencegah persalinan premature atau kurang bulan," ujarnya.

Persainan premature meningkat pada perempuan hamil yang menjadi perokok maupun menjadi perokok pasif, sehingga dibutuhkan kerjasama dan dukungan keluarga agar tidak merokok di dalam rumah atau di dekat perempuan hamil kaena dapat miningkatkan risiko infeksi dalam kehamilan.

Baca: Transera Hotel Pontianak Perkenalkan Menu Andalan Baru, Inilah Black Burger

Baca: Tes Urine, 150 Guru SD-SMP Pontianak Utara dan Timur Negatif Narkoba

"Resiko persalinan premature meningkat pada perempuan hamil dengan anemia, hipertensi dan diabetes melitus untuk itu perlunya kontrol rutin melakukan pemeriksaan antenatal care di bidan, puskesmas, ataupun rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan," ucapnya.

 Sedangkan mencegah persalinan premature menjadi tanggungjawab bersama, baik ibu hamil, kelauarga maupun tenaga kesehatan.

Jika ibu hamil mengalami masalah dalam kesehatan seperti lemah, pucat, pusing, tensi mendadak tinggi dalam kehamilan, keluar air-air ataupun lendir darah sebelum waktu persalinan segeralah periksa ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Gejala tersebut patut diwaspadai oleh ibu hamil dan keluarga agar segera mendapat penanganan yang terbaik," ujarnya.

Aldila menjelaskan, petugas kesehatan akan berusaha semaksimal mungkin agar persalinan dapat dipertahankan sampai aterm atau cukup bulan 37 minggu, namun jika hal tersebut tidak dapat dilakukan maka perlu dilakukan persiapan sebelum persalinan pretem yaitu dengan persiapan pematangan paru agar bayi yang dilahirkan memiliki paru-paru yang berfungsi dengan baik dan tidak terjadi gagal nafas dan kondisi bayi serta ibu nya baik. 

"Persalinan premature memang menjadi ketakutan bagi sebagian orang tentang kondisi bayinya yang kecil karena kurang bulan. Bayi yang lehir premature tetap dapat tumbuh sehat dan baik jika mendapatkan perawatan yang baik, bayi premature yang cenderung kecil mudah hipotermi atau kedinginan maka pengasuhan metode kanguru dapat dilakukan agar menjaga suhu badan bayi tetap sehat," ungkapnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved