Kronologi Oknum Guru di Ketapang Gagahi Siswi, Terbongkar Setelah Isi Handphone Tersebar

Kronologi Oknum Guru di Ketapang Gagahi Siswi, Terbongkar Dari Isi Handphone yang Tersebar

Kronologi Oknum Guru di Ketapang Gagahi Siswi, Terbongkar Setelah Isi Handphone Tersebar
Kolase TribunPontianak.co.id
Ilustrasi Kronologi Oknum Guru di Ketapang Gagahi Siswi, Terbongkar Usai Isi Handphone Tersebar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Oknum guru di Kabupaten Ketapang, EY (34) ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan perbuatan tak senonoh kepada siswinya, M (16).

Tersangka EY saat ini mendekam di tahanan Mapolres Ketapang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dia dikenakan pasal 81 ayat 1 dan ayat 2 dan atau pasal 82 Jo 76 D dan atau pasal 76 E UU RI Nomor 35 tahun 2014 Tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto mengungkapkan, penangkapan EY dilakukan pada Minggu (03/03/2019) sekitar pukul 22.00 Wib.

Kasat Reskrim menjelaskan, perbuatan tak senonoh EY terhadap muridnya terungkap sekitar Februari lalu.

Baca: Tahanan Polsek Pontianak Barat Memutuskan Jadi Mualaf, Terkesan Lihat Teman Satu Selnya Salat

Baca: Prediksi Skor Barcelona Vs Lyon Leg 2 Babak 16 Besar Liga Champion, Barca Diprediksi Hancurkan Lyon

Baca: Prediksi Starting XI Bayern Munchen Vs Liverpool, The Reds Diuntungkan Absen Pemain Munchen

Baca: Gmail dan Google Drive Dilaporkan Down di Beberapa Negara di Dunia, Indonesia Juga!

Saat itu korban kehilangan handphone. Tak lama setelah handphone hilang, foto-foto tak pantas milik korban tersebar.

"Pelapor yang merupakan saudara korban memanggil korban mempertanyakan kenapa foto-foto pribadi korban bisa tersebar," ujar Eko di Mapolres Ketapang, Selasa (12/03/2019).

Akhirnya korban bercerita kalau foto yang tersebar sebenarnya disimpan dalam handphone yang hilang.

Foto-foto tak senonoh itu dikirim korban kepada tersangka atas permintaan EY.

Eko pun melanjutkan, setelah ditanyai lebih lanjut dan akhirnya korban pun mengaku telah digagahi tersangka sekitar 10 kali dengan diiming-imingi akan diberikan nilai bagus dan jika menolak akan diberi nilai jelek.

Halaman
1234
Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved