Panitia Kalbar Optimis Siswa Kalbar Dapat Tingkatkan Raihan Nilai Ujian Nasional

Urai Muhani mengaku optimis ada peningkatan raihan nilai UN para siswa di Kalimantan Barat baik di jenjang SMA/SMK Sederajat

Panitia Kalbar Optimis Siswa Kalbar Dapat Tingkatkan Raihan Nilai Ujian Nasional
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2018 dengan mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Pontianak, Jalan Selayar, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (23/4/2018) pagi. Pjs Wali Kota Pontianak Mahmudah yang meninjau pelaksanaan UNBK 2018 menegaskan Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pendidikan siap melaksanakan UNBK SMP 2018 di Kota Pontianak. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Panitia Kalbar Optimis Siswa Kalbar Dapat Tingkatkan Raihan Nilai Ujian Nasional

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Panitia Ujian Nasional Provinsi Kalbar Urai Muhani mengaku optimis ada peningkatan raihan nilai UN para siswa di Kalimantan Barat baik di jenjang SMA/SMK Sederajat maupun jenjang SMP/Mts Sederajat.

"Melihat dari persiapan para siswa menjelang UN seperti penambahan jam belajar berupa les maupun uji coba atau try out beberapa kali diharapkan hasilnya dapat meningkat," ujarnya Selasa (12/3/2019).

Baca: Berikut Jadwal Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Program Paket C & Paket B tahun 2019

Baca: 163.469 Siswa Dari 2.547 Satuan Pendidikan Terdaftar Mengikuti Ujian Nasional di Kalbar

Baca: Rekap Sekolah dan Status Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer di Kalbar

Ia juga mengatakan raihan nilai UN para siswa Kalbar masih jauh berada dibawah rata-rata nasional. Raport untuk Kalbar masih masuk dalam kategori merah, sehingga diharapkan pada UN tahun 2019 ini rapor siswa di Kalbar dapat meningkat bahkan Kalbar belum masuk dalam sepuluh besar untuk rata-rata nilai UN.

"Harapan kita pada 2019 ini paling tidak kita bisa berada di kategori C," ujarnya.

Ia memasatikan bahwa ujian dengan sistem UNBK meminimalisir kecurangan dalam proses pelaksanaanya. Dengan sistem engkripsi dalam sistem soal tersebut sangat tidak mungkin adanya siswa dapat mengerjakan soal yang sama.

"Setiap siswa akan mengerjakan soal yang berbeda-beda, ada banyak soal yang diacak untuk dikejakan para siswa," ujarnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved