Hadiri Rakor Sergap di Kapuas Hulu, Ini Penjelasan TNI

Rachmat Setia Wibawa menyatakan, terbentuknya team sergap ini merupakan inisiatif dari Bulog sendiri,

Hadiri Rakor Sergap di Kapuas Hulu, Ini Penjelasan TNI
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Panen padi di Desa Sibau Hulu Kecamatan Putussibau Utara, Selasa (12/3/2019). 

Hadiri Rakor Sergap di Kapuas Hulu, Ini Penjelasan TNI

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Tim Sergap TNI, Kolonel Czi Dr. Rachmat Setia Wibawa menyatakan,
terbentuknya team sergap ini merupakan inisiatif dari Bulog sendiri, karena leading sektornya adalah bulog.

"Dimana bulog membuat suatu perjanjian dengan angkatan darat khususnya, sehingga dibentuk tim sergap. Dengan harapan target yang diinginkan pemerintah dalam hal ini adalah, bulog dapat tercapai dengan target 130 ton dalam sebulan," ujarnya kepada wartawan, Selasa (12/3/2019).

Rachmat menjelaskan, selain meningkatkan serapan gabah juga harus memperhatikan para petani, namun ini semua bergantung kepada Bulog, karena yang memegang dana anggaran adalah bulog yang membeli dan menyimpan juga dari bulog.

"Menjadi kendala utama saat ini adalah, para petani yang sedikit kesusahan dalam melakukan penjualan hasil dari panen, hal ini menjadi tugas utama dari pada Bulog, namun bisa saja bulog membeli hasil panen dari para petani, dan tidak mengambil keuntungan hanya sebagai wadah untuk menyalurkan hasil panen dan memasukkan kepasaran," ucapnya.

Baca: Sat Polairud Polres Mempawah Laksanakan Giat Quick Wins 1 di Desa Pasir

Baca: Panitia Kalbar Optimis Siswa Kalbar Dapat Tingkatkan Raihan Nilai Ujian Nasional

Baca: Heri Mustamin Minta Pemkot Usut Tintas Oknum Pembuat Surat Uji KIR Palsu

Keterlibatan TNI dalam hal ini, kata Rachmat hanya menyampaikan informasi, dimana wilayah yang akan panen. "Syukur-syukur apabila para Danramil memiliki mitra untuk menampung hasil panen para petani, seperti perpadi jadi bulog dapat menyerap hasil panen para petani, dan kemudian tinggal melempar kepada pihak ketiga," ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari Bulog Putussibau, untuk persediaan beras saat ini tersedia sampai 4 bulan kedepan. Dimana program triwulan 1 mulai dari bulan Januari-Maret, di target 29 ton beras dikaitkan dengan luas sawah di Kabupaten Kapuas Hulu yang mencapai 3.500 sekian hektar yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan.

"Diharapkan untuk triwulan ini Kabupaten Kapuas Hulu dapat menyerap gabah/beras dari para petani, setidaknya ada yang diserap jila untuk mencapai target dapat dikatakan cukup susah namun harus ada walaupun sedikit," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved