Petenis Transgender Bakal Diperlakukan Sama dengan Petenis Wanita

WTA selalu menjadi lembaga yang berdasar pada penerimaan persamaan kesempatan kepada setiap orang

Petenis Transgender Bakal Diperlakukan Sama dengan Petenis Wanita
Martina Navratilova 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SHENZHEN - Asosiasi tenis puteri (WTA)  tampaknya akan bersikap lebih lunak terhadap kesempatan pemain pindah kelamin (transgender) menyusul kecaman dari pemain legendaris Martina Navratilova.

Steve Simon, CEO dari WTA mengatakan kebijakan lembaganya akan sejalan dengan standar olimpik yang menyebut seorang pemain transgender atau pemain pria yang beralih menjadi wanita dapat bermain tanpa memerlukan keharusan  mengikuti test standar testosterone.

"WTA selalu menjadi lembaga yang berdasar pada penerimaan persamaan kesempatan kepada setiap orang," kata Simon melalui telepon dari Shenzhen, China.

"Saat ini kebijakan kami berkaitan dengan penyamaan terhadap pemain transgender," tambahnya. "Mereka ini tidak sama dengan posisi Martina (Navratilova)."

"Namun kami menghargai semua pendapat yang berbeda," kata Simon.  "Martina  menginginkan perdebatan mengenai masalah ini dan saya kira ini  biasa saja."

Navratilova yang merupakan peraih gelar juara 18 turnamen grand slam antara 1970-1990-an,  dikecam sebagai seorang yang anti dengan transgender. 

Hal ini setelah ia menulis opini  yang menyebut  membiarkan seorang pria yang berganti kelamin menjadi wanita  untuk bertanding adalah hal yang curang dan memalukan.  Namun Naratilova kemudian meminta maaf atas opininya tersebut.

Pekan ini, mantan juara renang Olimpik asal Inggris, Sharron Davies  juga menyuarakan penentangannya terhadap hal serupa.

"Ada perbedaan mendasar antara seorang yang terlahir sebagai perempuan dengan mereka yang memperolehnya setelah itu," katanya.

"Untuk melindungi olahraga puteri, seharusnya mereka yang beralih kelamin dari pria ke wanita tak diizinkan bertanding di kategori ini."

Artikel Ini Sudah Tayang di Kompas.com dengan Judul "Tenis Akan Menerima Pemain Transgender"

Editor: Arief
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved