Persoalan Sampah di Kota Pontianak Capai 400 Ton Per Hari, Hingga Penyebab Edi Kamtono Marah Besar

"Saye minta Pak Multi, nanti kalau ade acara jangan diundang lagi kepala dinas tu acara penting seperti ini mereka tidak mau datang," tambahnya.

Persoalan Sampah di Kota Pontianak Capai 400 Ton Per Hari, Hingga Penyebab Edi Kamtono Marah Besar
Kolase/Tribunpontianak.co.id
Persoalan Sampah di Kota Pontianak Capai 400 Ton Per Hari, Hingga Penyebab Edi Kamtono Marah Besar 

Persoalan Sampah di Kota Pontianak Capai 400 Ton Per Hari, Hingga Penyebab Edi Kamtono Marah Besar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak terus berupaya mengelola sampah sehingga tak menjadi masalah, berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan lajunya petumbuhan tumpukan sampah yang ada di Pontianak.

Namun momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019 yang diperingati Pemkot Pontianak, Jumat (8/3) ini diharapkan Wali Kota Pontianak menjadi awal yang baik untuk pengelolaan sampah kedepannya diwarnai dengan peristiwa kurang mengenakkan,  Jumat (8/3/2019).

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono marah besar pada kepala dinas yang tidak hadir.

"Kemane kepala dinas yang tak hadir, nanti kalau ade acara jangan diundang lagi. Inikan acara yang sangat penting," ucap Edi Kamtono marah pada kepala OPD yang tidak hadir padahal menurutnya semua sudah diundang, hal itu disampaikannya saat membuka acara HPSN 2019 di Kantor Kelurahan Kota Baru, Jumat (8/3/2019).

Baca: Edi Kamtono Keluarkan Tiga Perwa Terkait Pengelolaan Sampah

Baca: Edi Kamtono Harap Ada Pengurangan Sampah 30 Persen

Baca: FOTO: Pegawai SPBU Bersihkan Sisa Kebakaran Truk Pengangkut Sampah

Bahkan ia langsung memberikan ultimatum dengan meminta pada Kepala BKPSDM, Multi Juto Bhatarendro.

"Saye minta Pak Multi, nanti kalau ade acara jangan diundang lagi kepala dinas tu acara penting seperti ini mereka tidak mau datang," tambahnya.

Ini adalah kegiatan membangun sinergi tapi malah kepala dinas yang tidak hadir dan tidak juga mewakilkan pada jajarannya.

Selain itu, Edi juga tidak mau memulai bicara saat para audiens masih berbicara, bahkan dia mengancam akan meninggalkan lokasi apabila peserta yang hadir tidak mau diam.

"Saya diamanahkan menjadi wali kota bukan untuk marah-marah, tapi diamanahkan untuk membenahi kota ini. Saya sebagai kepala daerah memiliki tanggungjawab dunia dan akherat dalam pengabdian ini," ujar Edi Kamtono.

Halaman
1234
Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved