Tanggapi Dompet Digital LinkAja Hadir untuk Masyarakat, Ini Ulasan Praktisi Teknologi Informasi

Seperti di Singapura, hanya ada satu dompet digital. Jadi tidak akan membingungkan masyarakat harus menggunakan dompet digital yang mana

Tanggapi Dompet Digital LinkAja Hadir untuk Masyarakat, Ini Ulasan Praktisi Teknologi Informasi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Pegiat Teknologi Informasi di Kalbar, Hajon Mahdy Mahmudin. 

Tanggapi Dompet Digital LinkAja Hadir untuk Masyarakat, Ini Ulasan Praktisi Teknologi Informasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Sistem layanan keuangan elektronik berbasis QR Code alias dompet digital yang terintegrasi satu sama lain milik BUMN, yaitu LinkAja.

Hal ini ditandai dengan telah dikeluarkannya izin sebagai penyelenggara jasa sistem pembayaran dari Bank Indonesia (BI) sejak 21 Februari 2019, Kamis (7/3/2019). 

LinkAja yang merupakan dompet digital seperti go pay dan ovo yang kini memasuki ranah jasa keuangan online (fintech) milik PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) yang menjadi LinkAja. Para pengguna TCash juga sudah bermigrasi ke LinkAja yang sudah dilakukan sejak 22 Februari 2019. 

Praktisi Teknologi Informasi Kalbar, Hajon Mahdy Mahmudin mengatakan integrasi dari masing-masing dompet digital seperti, e-cash dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Yap! dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, dan TBank dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dilakukan pada 1 Maret lalu juga sudah mulai melakukan transformasi. 

Baca: Norsan Dorong Pemkab Bengkayang Tingkatkan IPM dan Desa Mandiri

Baca: Polisi Tetapkan Tersangka Robertus Robet, Ini Penjelasan Humas Polri

"Melirik perkembangan LinkAja untuk di Kalbar sendiri masih belum terlihat secara kasat mata, banyak pembenahan untuk menumbuhkan dompet digital itu sendiri, berbeda seperti Jakarta yang mana setiap pusat perbelanjaan dan tokoh-tokoh sudah menggunakan dompet digital terkenal, seperti Ovo dan Go Pay," ujarnya.

Dijelaskannya, seperti ke food court yang ada di Jakarta memang sudah menggunakan dompet digital, selain ATM ataupun uang tunai. 

"Bagaimana link aja ini bisa masuk penetrasinya seperti ketiga leading market sekarang ini," ujar Hajon. 

Dengan besarnya manfaat dari dompet digital tersebut, Hajon mengatakan seharusnya tugas dari BUMN adalah merangkul para e-wallet itu sendiri atau para dompet digital untuk di standarisasi bagaimana bisa menjadi satu. 

"Seperti di Singapura, hanya ada satu dompet digital. Jadi tidak akan membingungkan masyarakat harus menggunakan dompet digital yang mana," ujarnya. 

Untuk marketnya di Kalbar t sendiri, diakui Hajon pasti bisa bertumbuh dengan pesat, jika LinkAja mampu memberikan kepercayaan kepada konsumen. Karena, itu menjadi salah satu tujuan dari BUMN sendiri untuk menyatukan dompet digital. 

"LinkAja pasti bisa mengalahkan dari top leading market sekarang, seperti ovo yang bisa mengalahkan go pay dalam waktu beberapa bulan saja, jadi dengan adanya link aja dimana dompet digital yang tadinya seperti tcash, e-mandiri, yang sudah bergabung itu pasti sangat bisa bersaing," sebutnya. 

Dengan demikian user dari Tcash yang kini sudah beralih (transformasi) ke LinkAja, tetap bisa berkembang. Lanjut Johan, akan bertambah efektif jika edukasi ke masyarakat bisa cepat sampai dan informasi nya juga cepat berkembang. 

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved