Maman Siap Support Pembentukan Sub Penyalur di Kalbar

Jika ini bisa segera terlaksana akan segera bisa berimplementasi secara positif dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Maman Siap Support Pembentukan Sub Penyalur di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota DPR RI (Komisi VI) Maman Abdurahman ST 

Maman Siap Support Pembentukan Sub Penyalur di Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota Komisi VII DPR RI dapil Kalbar Maman Abdurahman berkomitmen akan mendorong dan mengawal pembentukan sub penyalur di Kalbar agar penyalur BBM bisa tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kamis (7/3/2019)

"Jika ini bisa segera terlaksana akan segera bisa berimplementasi secara positif dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Maman Abdurahman.

Ia yang kini duduk di komisi VII sangat setuju terbentuknya sub penyalur di Kalbar, agar realisasinya sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

"Komisi VII akan siap mendukung, dengan catatan realisasi sesuai dengan apa yang direncanakan khususnya di Kalbar," ujar Maman.

Baca: Menjelajah ke Pulau Jeju Secara Gratis, Ini Perasaan Lilis Patria

Baca: Konflik Kang Daniel Wanna One dengan Agensi Meruncing, Asosiasi Produser Hiburan Korea Turun Tangan

Pihaknya juga memaparkan siap mendorong masyarakat khususnya di Kalbar untuk dapat menjadi sub penyalur BBM, sebab memang terdapat perbedaan harga antara masyarakat di pedalaman dan diperkotaann.

Selain itu Faktanya memang keberadaan sub penyalur dapat memberikan efek terhadap kesejahteraan masyarakat, namun disisi lain ada juga hal yang perlu dicarikan solusi kios-kios minyak atau pertamini-pertamini yang secara hukum merupakan tindakan ilegal.

Menurutnya pemerintah tidak boleh serta merta melakukan penertiban dengan menutup aktivitas penjualan bahan bakar eceran di kaki-kaki lima

"Tidak sedikit juga masyarakat kita yang menggantungkan hidup dengan berjualan minyak. Sehingga diperlukan sosialisasi dan penanganan secara komprehensif," ujarnya.

Tidak menutup kemungkinan juga, para pedagang minyak eceran tersebut dapat digeser untuk menjadi pertashop atau sub penyalur.

"Ini programnya positif akan tetapi jangan sampai mengabaik masyarakat yang telah buka kios. Ini bukan saja masalah hukum tapi juga masalah sosial," tukas Maman Abdurahman.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved