Pembangunan SUTM PLN Pangkas Biaya Operasional PT Gilgal

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang menyelesaikan proyek pembangunan Saluran Udara

Pembangunan SUTM PLN Pangkas Biaya Operasional PT Gilgal
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang menyelesaikan proyek pembangunan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) sejauh 5,58 kms yang berlokasi di Sei Kunyit, Selasa (5/3/2019). 

Pembangunan SUTM PLN Pangkas Biaya Operasional PT Gilgal

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang menyelesaikan proyek pembangunan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) sejauh 5,58 kms yang berlokasi di Sei Kunyit.

Proyek ini untuk melayani permintaan pasang baru daya 865 kVA untuk Proyek Pemecah Batu PT Gilgal Batu Alam Lestari yang hasilnya digunakan untuk mendukung proyek Pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing di Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah.
"Kami merasa bahagia bisa dilayani oleh PLN karena dapat memangkas biaya operasional yang besar serta sekaligus meningkatkan produksi sejalan dengan tingginya kebutuhan dari proyek pelabuhan Kijing," kata Penanggung Jawab PT. Gilgal Batu Alam Lestari, Jemmy, Rabu (6/3/2019).

Listrik menjadi satu di antara komponen biaya terbesar dalam usaha perusahaan mengingat biaya BBM yang dibeli menggunakan harga industri.

Baca: Tahun 2019 Penerima Pupuk Subsidi Harus Memiliki Kartu Tani

Baca: Prediksi Starting XI Porto Vs AS Roma Liga Champion: Minus Dua Pemain Utama, Roma Diprediksi Kalah

Baca: KRONOLOGI Kebakaran Lahap 3 Bangunan di Jalan Sumatera, Kesaksian Hingga Teriakan Histeris Korban

Tersambungnya mesin-mesin dengan listrik PLN akan memberikan dampak yang sangat baik untuk kemajuan usaha PT Gilgal.

Terutama dalam mendukung proyek pembangunan Pelabuhan Kijing di Sei Kunyit, Kabupaten Mempawah.

"Saat ini juga kami meminta bantuan PLN memberikan layanan listrik untuk proyek kami yang jaraknya dari proyek ini sekitar sekilo dengan kebutuhan daya awal 555 kVA,” ujar Jemmy.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved