Miris, KPAI Ungkap 65,34 Persen Anak Usia 9 hingga 19 tahun di Indonesia Akses Pornografi Via Gadget

KPAI mengingatkan bahwa angka anak-anak yang mengakses pornografi melalui internet cukup tinggi.

Miris, KPAI Ungkap 65,34 Persen Anak Usia 9 hingga 19 tahun di Indonesia Akses Pornografi Via Gadget
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Dua anak bermain smartphone di sebuah warung di Dusun Batu Rawan, Desa Nanga Leboyan, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Rabu (24/1/2018) pagi. Perhatian pendidikan menjadi hal yang dibutuhkan untuk anak-anak yang berada di aliran sungai ini. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Miris, KPAI Ungkap 65,34 Persen Anak Usia 9 hingga 19 tahun di Indonesia Akses Pornografi Via Gadget

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pornografi di kalangan anak-anak di Indonesia menjadi perhatian serius.

Sejumlah data menunjukkan bahwa tingkat paparan pornografi pada generasi muda penerus estafet masa depan bangsa itu amatlah memprihatinkan. 

Hal ini sebagaimana diungkap Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti, saat berikan tanggapan terkait viralnya video oknum seorang guru yang tengah asyik menonton video porno kala mengajar di kelas beberapa waktu lalu, Selasa (5/3/2019) malam. 

Kata Retno, KPAI mengingatkan bahwa angka anak-anak yang mengakses pornografi melalui internet cukup tinggi.

Baca: Perkosa Adik Karena Sering Nonton Porno, Parahnya si Ayah Malah Ikut-ikutan

Baca: Oknum Guru Menonton Video Porno di Kelas Bikin Heboh, KPAI Minta Pelaku Ditindak Tegas

Merujuk hasil survei yang dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dengan Katapedia yang dirilis tahun 2016, kata Retno, paparan pornografi mencapai 63.066 melalui Google, diikuti Instagram, media online, dan berbagai situs lainnya.

"Ini belum dampak buku bacaan seperti komik, buku cerita yang ada unsur pornografinya. Survei lainnya dari Kementerian Komunikasi dan Informatika mengungkapkan ada 65,34 persen anak usia sembilan hingga 19 tahun yang menggunakan gawai atau gadget dalam mengakses pornografi," ulas Retno.

Oknum Guru Tonton Video Porno
Oknum Guru Tonton Video Porno (Instagram Infia_Fact/TribunMedan TV)

Retno mengatakan, KPAI sepanjang 2018 juga menerima pengaduan kasus pornografi anak sebanyak 104 kasus.

"Guru dan orang tua seharusnya menjadi teladan dan model bagi para siswanya untuk menggunakan gadget dengan bijak dan sehat. Si guru yang bersangkutan kemungkinan juga memiliki anak, sebagai orangtua seharusnya dia juga jadi teladan atau model bagi anak-anaknya," papar Retno.

Kelima, lanjut Retno, bahaya kecanduan pornografi pada anak sangat meresahkan. Karena, berpotensi menganggu tumbuh kembang anak, serta merusak kesehatan mental dan otak anak.

Baca: Usai Nonton Streaming Film Porno, Faris Cabuli Sepupu Yang masih Bawah Umur

Baca: Polisi Ungkap Kejahatan Pornografi Online Melalui Layanan Video Call Sex

"Yang akhirnya dapat menyebabkan perubahan kepribadian, gangguan emosi, dan menimbulkan sikap agresif yang memicu anak melakukan tindak pidana seperti pemerkosaan, sebagaimana terjadi di Pringsewu, Lampung Timur, di mana seorang anak usia 15 tahun memperkosa puluhan kali kakak kandungnya yang disabilitas karena kecanduan pornografi dari handphonenya," beber Retno.

Lalu kata dia, ada juga kasus remaja berinisial AZ (17) yang memperkosa siswi Sekolah Dasar, HNF (10).

"Perbuatan itu dilatarbelakangi oleh kebiasaan pelaku yang kerap menonton video porno," ucapnya. (Budi Sam Law Malau)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Video Guru Tonton Film Porno di Kelas Beredar Viral, KPAI Minta Sang Oknum Segera Diperiksa, http://wartakota.tribunnews.com/2019/03/05/video-guru-tonton-film-porno-di-kelas-beredar-viral-kpai-minta-sang-oknum-segera-diperiksa?page=all.

Editor: Ishak
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved