Edih Mulyadi Tegaskan Rumah Rampasan Dari Harta Akil Mochtar Untuk Tempat Tinggal Pegawai

Kepala Kantor Wilayah DJKN Kalbar, Edih Mulyadi menuturkan penyerahan aset yang dilakukan oleh KPK pada pihaknya sudah berdasarkan aturan

Edih Mulyadi Tegaskan Rumah Rampasan Dari Harta Akil Mochtar Untuk Tempat Tinggal Pegawai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kalimantan Barat, Edih Mulyadi. 

Edih Mulyadi Tegaskan Rumah Rampasan Dari Harta Akil Mochtar Untuk Tempat Tinggal Pegawai

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Kantor Wilayah DJKN Kalbar, Edih Mulyadi menuturkan penyerahan aset yang dilakukan oleh KPK pada pihaknya sudah berdasarkan aturan.

Rumah yang dirampas dari Akil Mochtar di Jalan Karya Baru dengan nilai Rp764,5 miliar disebutnya akan digunakan sebagai tempat tinggal pegawai.

Baca: Terbitkan PMK Baru, Kemenkeu Pastikan Subsidi Listrik Tak Berubah Signifikan

Baca: Promo hingga 31 Maret, Berenang di Paradis-Q waterpark Rp 30 Ribu

Baca: Kelulusan CPNS Batal, Alvy Sarjana Teologi di Kalbar Mohon Bantuan Gubernur hingga Presiden Jokowi

"Hari ini kita melakukan serah terhadap barang rampasan oleh KPK pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak," ucap Edih Mulyadi, Selasa (5/3/2019).

Mekanisme penyerahan melalui Penetapan Status Penggunaan yang telah mendapat persetujuan Kementerian Keuangan.

Ini adalah bagian dari cara yang legal menambah aset negara. Adanya penambahan aset milik negara dari harta rampasan ini, ia menegaskan akan mengurangi biaya yang harus yang dikeluarkan negara dalam pengadaan.

Pihaknya akan memperbaiki rumah rampasan tersebut, sehingga layak untuk dihuni oleh para pegawai.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved