Kalbar 24 Jam
Kalbar 24 Jam - Nurzaini Raih Grand Prize Mobil, Oknum PNS Diciduk Polisi,Hingga Pencabulan 10 Bocah
Karena tak kunjung mendapatkan respon dari sang empunya nomor, Kapolda Kalbar Irjen Didi kembali membacakan nomor tiket tersebut.
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Kalbar 24 Jam - Nurzaini Raih Grand Prize Mobil, Oknum PNS Diciduk Polisi,Hingga Pencabulan 10 Bocah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Beragam informasi, peristiwa dan kejadian menarik mewarnai Kalimantan Barat (Kalbar) dalam kurun waktu 24 jam terakhir sejakmengawali bulan Maret sejak Minggu (3/3/2019).
Nah, apa saja informasi dan peristiwa populer tersebut.
Berikut tribunpontianak.co.id merangkumnya, Senin (4/3/2019):
1. Nurzaini Gadis Millenial Asal Terentang Raih Grand Prize Mobil, Ini Kisah 27553

Nurzaini (17) gadis remaja asal Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, bercucuran air mata saat mengetahui dirinya mendapatkan satu unit mobil yang merupakan Grand Prize di Puncak Acara Millenial Road Safety Festival yang berlangsung di Halaman Alun-alun Kapuas Kota Pontianak, Minggu (3/3/2019).
Pengundian hadiah utama satu unit mobil ini sendiri berlangsung sangat dramatis.
Kupon atas nama Nurzaini hampir dinyatakan hangus oleh panitia karena nomor tiketnya yang telah dibacakan berulang kali namun sang pemilik tidak kadung muncul.
Baca: RAMALAN ZODIAK Senin (4/3), Nasib Baik Tak Terduga Bagi Karier Cancer, Hari Hebat Bagimu Sagitarius!
Baca: TERPOPULER - Kisah Nurzaini Raih Grand Prize Mobil, Bali United Vs Mitra Kukar, Hingga Pencabulan
Baca: Nurzaini Sujud Syukur Usai Mahfud MD Umumkan Dapat Hadiah Mobil di Millenial Road Safety Festival
Untuk pengambilan nomor tiket ini memang spesial karena diambil oleh Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang hadir di Kalbar dan menyempatkan mengikuti kegiatan digagas Polda Kalbar ini.
Pada kesempatan, Prof Mahfud pun membacakan nomor tiket 27553.
Karena tak kunjung mendapatkan respon dari sang empunya nomor, Kapolda Kalbar Irjen Didi kembali membacakan nomor tiket tersebut.
Bahkan Kapolda sampai beberapa kali menyebutkan nomor tiket dan nama pemiliknya.
Terakhir, Kapolda membacakan nomor tiket sebanyak 10 kali. BACA SELENGKAPNYA......
Ribuan Hadiri Acara Puncak Milnennial Road Safety Festival, Dibuka Secara Resmi Oleh Kapolda Kalbar

Rangkaian acara Milenial Road Safety Festival telah resmi dibuka, Minggu (3/3/2019) pada pukul 06.00 WIB dengan diawali tarian Jepin yang diikuti ribuan masyarakat yang hadir di taman alun-alun Kapuas.
Acara ini dihadiri ribuan masa yang diawali dengan tari jepin.
Kegiatan ini juga dihadiri Gubernur Kalbar, Sutarmidji, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Walikota Pontianak Rudi Kamtono, dan Kapolresta Kota Pontianak, Kombes Pol Muhamad Anwar Nasir. BACA SELENGKAPNYA......
2. Diduga Mencuri Uang dan Elektronik di Komplek Kantor Gubernur Kalbar, Oknum PNS Diringkus Polisi

Unit Reskrim Polsek Pontianak Selatan meringkus seorang pria berinisial RC (48) alias Mad, lantaran diduga melakukan tindak pidana pencurian di gedung UPT Kesehatan Kerja dan Olahraga Masyarakat, Komplek Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Tenggara.
Baca: Diduga Mencuri Uang dan Elektronik di Komplek Kantor Gubernur Kalbar, Oknum PNS Diringkus Polisi
Baca: Berikut Peraih Juara Ethnic Carnival dan Pontianak Berjepin
Baca: Perkuat Promosi Wisata Genpi Singkawang Gelar Gathering
Saat di konfirmasi, Kapolsek Pontianak Selatan, Kompol Anton Satriadi mengatakan terduga pelaku adalah oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang didapat identitasnya setelah pihak kepolisian memeriksa rekaman CCTV.
"Kejadian Sabtu (12/1/2019) lalu, sekira pukul 07.30 pagi WIB, berawal dari laporan masyarakat bernama Wahidah (50) pada bahwa telah kehilangan satu unit laptop, satu unit handphone dan uang tunai Rp. 70 ribu rupiah," ujar Kompol Anton, Minggu (3/3/2019) siang.
Kompol Anton mengatakan kejadian tersebut awalnya diketahui oleh pelapor setelah diberitahu oleh Sulistiono dan Leni Oktaviani yang mengatakan bahwa handphone dan uang yang disimpan di lantai dua kantor tersebut telah hilang. BACA SELENGKAPNYA......
3. Tahukah Kamu? Kenapa Jembatan Kapuas I Biasa Disebut Jembatan Tol?

Pemerintah Kota Pontianak memberikan edukasi pada masyarakat dengan memasang informasi mengenai berbagai info, yang dipampang pada papan info Taman Ahmad Yani yang berada di depan Fakultas Teknik Untan.
Satu di antaranya adalah informasi mengenai sejarah Jembatan Kapuas I Pontianak, yang menghubungkan Pontianak Timur ke arah kota.
Disebutkan bahwa Jembatan Kapuas I dibangun pada tahun 1980.
Jembatan ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1982.
Baca: Ikut Serta Millenial Road Safety Festival, Ini Komentar KRC Cabang Kapuas Hulu
Baca: Kadishub Kalbar Pastikan Kendaraan Instansinya Bayar Pajak
Sedangkan total dana pembangunan Jembatan Kapuas I Rp 6,06 miliar.
Pajangan Jembatan Kapuas I yang membelah Sungai Kapuas ini adalah 420 meter.
Awalnya difungsikan sebagai jalan tol yang berarti setiap penguna dikenai biaya. BACA SELENGKAPNYA......
4. Sejarah Panjang Masjid Mujahidin, Dari Biaya Rp 1.000 Hingga Kini Berdiri Megah

Masjid Raya Mujahidin di Pontianak memiliki sejarah panjang sampai seperti saat ini.
Awal mulanya dari pendirian Yayasan Mujahidin, yang berdiri pada tanggal 2 Oktober 1953.
Kemudian diresmikan pertama kali pada tanggal 23 Oktober 1978.
Berdasarkan informasi yang dipasang Pemkot Pontianak di Taman Ahmad Yani, modal awal pembangunan Masjid Mujahidin hanya Rp 1.000.
Kemudian pada tahun 20 Januari 2015 Masjid Mujahidin diresmikan kembali, setelah direnovasi dan bentuknya seperti sekarang ini. BACA SELENGKAPNYA......
5. Diduga Cabuli 10 Bocah, Warga Pasir Panjang Diciduk Polisi

Unit Reskrim Polres Mempawah menangkap seorang pelaku pencabulan.
Dimana sebanyak sepuluh bocah Mempawah menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh seorang penjaga kebun kelapa an. SY (43), yang merupakan warga Desa Pasir Panjang Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah.
Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Sutrisno membenarkan penangkapan terhadap SY (43), yang ditangkap dirumahnya,Kamis (28/2/2019) lalu.
"SY ditangkap atas laporan dari warga yang merupakan orangtua korban, yang curiga lantaran uang jajan anaknya lebih dari yang diberikannya," ujar Sutriano saat dikonfirmasi, Minggu (3/3/2019).
Diketahui anak tersebut mendapatkan uang tersebut dari saudara SY.
"Dimana korban saat ditanya mengakui bahwa dirinya mendapatkan uang Rp. 20 sampai 30 ribu dari SY dengan cara melayani aksi bejatnya,” ungkap Sutrisno.
Selanjutnya orang tua korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian pada Kamis (28/2/2019) lalu.. BACA SELENGKAPNYA......
Yuk Follow Akun Instagram tribunpontianak: