Tidak Berada di Wilayah Pesisir, Rupinus Yakin Potensi Pengolahan Ikan dapat Berkembang

Di Sekadau, kata dia, sudah ada home industri yang mengolah ikan seperti amplang dan lain sebagainya

Tidak Berada di Wilayah Pesisir, Rupinus Yakin Potensi Pengolahan Ikan dapat Berkembang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Penandatanganan kerjasama antara Pemkab Sekadau dengan Balai Diklat Industri Makassar, pada kegiatan diklat 3 in 1 pembuatan aneka olahan berbasis ikan yang dilaksanakan di Sekretariat Apdesi di Jalan Panglima Naga, Kawasan Pasar Baru, Kecamatan Sekadau Hilir, Senin (4/3/2019). 

Tidak Berada di Wilayah Pesisir, Rupinus Yakin Potensi Pengolahan Ikan dapat Berkembang

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Pemkab Sekadau sangat mengapresiasi dengan adanya diklat 3 in 1 pembuatan aneka olahan berbasis ikan yang dilaksanakan di Sekretariat Apdesi di Jalan Panglima Naga, Kawasan Pasar Baru, Kecamatan Sekadau Hilir, Senin (4/3/2019).

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Sekadau Rupinus, saat membuka kegiatan tersebut, bersama Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan), Kristina Rupinus.

Diklat pembuatan olahan berbasis ikan itu digelar 4–10 Maret mendatang. Pada kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara Pemkab Sekadau dengan Balai Diklat Industri Makassar.

Rupinus mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik pelaksanaan diklat tersebut. Di  Sekadau, kata dia, sudah ada home industri yang mengolah ikan seperti amplang dan lain sebagainya.

Baca: Dapat Mobil Datsun Cross, Titik Nurvianti dapat Ucapan Selamat dari Pimpinan Bank Kalbar Sanggau

Baca: 3 Terpidana Wanita Pingsan Pasca Terima Hukuman Cambuk

“Amplang cukup dikenal. Persoalannya adalah ketersediaan bahan baku ikan. Kalau ikan untuk konsumsi sendiri itu cukup,” ujar Rupinus ditemui usai kegiatan pembukaan.

Hal itu bukan tanpa alasan. Mengingat, Kabupaten Sekadau bukan lah daerah yang berada di pesisir pantai. Kendati demikian, cukup banyak masyarakat baik secara individu maupun kelompok yang memelihara ikan di kolam dan keramba.

“Kalau kita mengharapkan ikan di sungai. Kalau musim kemarau jumlah ikan yang didapat biasanya agak banyak,” ucap Rupinus.

Ia berharap, dinas terkait dapat membina dan mengadakan pelatihan untuk membuat pakan ikan. Sehingga, produksi pakan ikan bisa diproduksi sendiri dari bahan baku lokal dengan harga yang terjangkau.

“Kalau sudah bisa produksi pakan ikan orang tidak perlu jauh-jauh beli denga harga yang mahal,” tuturnya.

Rupinus mengatakan, dengan banyaknya variasi makanan dari bahan baku ikan bisa mendorong anak-anak agar mau makan ikan. Menurutnya, banyak anak-anak memilih jika makan ikan.

Forikan bersama Pemkab Sekadau terus mengkampanyekan agar masyarakat gemar makan ikan. Apalagi, ikan merupakan salah satu makanan yang memiliki nilai gizi yang baik untuk kebutuhan otak.

“Mungkin diolah dengan berbagai jenis makanan ikan anak-anak yang masih memerlukan asupan gizi cukup untuk kecerdasan mau mengkonsumsi ikan,” tukasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved