Tiga Guru GGD Dari Pelosok Sintang Terpilih Ikut Program Pelatihan PTK di Tiga Negara
Semoga dengan pelatihan ini memberikan tambahan wawasan, pengalaman, dan pendalaman materi bagi pendidik dan tenaga kependidikan
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Tri Pandito Wibowo
Tiga Guru GGD Dari Pelosok Sintang Terpilih Ikut Program Pelatihan PTK di Tiga Negara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Untuk ke sekian kalinya, guru-guru yang bertugas di daerah terdepan, terluar, terpencil (3T) atau pelosok Sintang dengan segala keterbatasannya kembali menorehkan prestasi dengan membawa nama daerah harum di tingkat nasional.
Tiga Guru Garis Depan (GGD) Kabupaten Sintang mengikuti Program Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) ke Luar Negeri yang dilepas langsung Mendikbud Muhajdir Effendy di Plasa Insan Berprestasi Kemendikbud, Rabu (28/2/2019) kemarin.
Baca: Kalbar 24 Jam - Longsor Melawi, Oknum Dokter di Singkawang Nyabu, Hingga IRT Bandar Togel Diringkus
Baca: TERPOPULER - Aksi Heroik Febrian Alia, Longsor di Melawi, Hingga Prediksi Wajah Bayi Syahrini-Reino
Baca: BPBD Sekadau Kirim Perahu Karet dan Logistik ke Lokasi Banjir
Ketiga guru yang mendapatkan kesempatan berharga untuk belajar di Luar Negeri tersebut antara lain sebagai berikut.
1. Julia Roli Sennang Banurea dari SDN 09 Sungai Seria Kecamatan Ketungau Hulu yang mendapat kesempatan belajar di Hiroshima University (Jepang).
2. Tri Novita Indriyanti dari SDN 29 Idai Kecamatan Ketungau Hulu yang mendapat kesempatan belajar di Charles Darwin University (Australia).
3. Nurlyanto dari SDN 4 Sungai Mali Kecamatan Ketungau Hilir juga menjadi wakil kalimantan barat yang dikirim ke Seameo Recsam (Malaysia).
Kegiatan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan ke Luar Negeri tersebut dilaksanakan selama 3-5 minggu.
Program ini diselenggarakan Kemdikbud dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0.
"Semoga dengan pelatihan ini memberikan tambahan wawasan, pengalaman, dan pendalaman materi bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang bermanfaat untuk kami dalam pengembangan proses pembelajaran di sekolah," kata Tri Novita Indriyanti.
Sementara itu, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Sintang, Nurlyanto menjelaskan bahwa seleksi diberikan kepada guru-guru yang aktif menjadi peserta pelatihan maupun lomba yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Seleksi tersebut meliputi seleksi administrasi, serta penulisan esai dan wawancara via videocall yang semuanya dilakukan dalam bahasa inggris.
"Saya berharap ke depan guru-guru lebih semangat untuk meningkatkan kualitas diri, karena semangat guru dalam belajar untuk berubah menjadi lebih baik akan menular pada anak didiknya," jelasnya.
Saat ini banyak program pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun organisasi profesi seperti di Ikatan Guru Indonesia, mulai dari yang tatap muka maupun secara online yang dapat dimanfaatkan guru untuk belajar.
"Khusus bagi daerah 3T yang sulit di jangkau IGI Sintang mencoba mendesain pola belajar online yang fleksibel untuk mengatasi kendala transportasi dan jaringan internet," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tiga-guru-garis-depan-ggd-kabupaten-sintang-mengikuti-program-pelatihan-pendidik.jpg)