Pemilu 2019

Terkait Logistik dan Sortir Surat Suara, Pengamat: Perlu Dukungan Masyarakat

Pengamat Politik Kalbar Ireng Maulana mengatakan distribusi logistik pemilu memang menghadapi tantangan alam, mungkin kalimantan barat

Terkait Logistik dan Sortir Surat Suara, Pengamat: Perlu Dukungan Masyarakat
FACEBOOK
Ireng Maulana MA 

Terkait Logistik dan Sortir Surat Suara, Pengamat: Perlu Dukungan Masyarakat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik Kalbar Ireng Maulana mengatakan distribusi logistik pemilu memang menghadapi tantangan alam, mungkin kalimantan barat salah satu wilayah dengan kesulitan semacam itu.

Tidak semua akses menuju titik pemungutan suara dapat di tempuh dengan jalan darat yg mulus. Banyak titik tersebut selain hrs di kirim melalui jalur air.

Tidak cukup dengan kendaraan roda empat, terkadang harus d angkut dengan sepada motor, sampan, perahu bahkan berjalan kaki. Rumit dan menguras banyak energi selama proses persiapan pemilihan. Distribusi di perkotaan mungkin jauh lebih ringan.

Baca: JPPR Harap Sortir Surat Suara Tak Terkesan Asal-Asalan

Baca: BMKG Prediksi Melawi Diguyur Hujan Lokal pada Dini Hari Nanti

Baca: Sporta Indonesia Komitmen Kembangkan Olahraga di Kalbar

Penyelenggara pemilu kita menghadapi tantangan distribusi logistik pemilu di dua karakteristik wilayah sekaligus: rural dan urban. Tingkat kesulitan yang super berbeda beda seperti ini memerlukan strategi pendistribusian yang mumpuni dan terencana sehingga semua siap tepat waktu pada 17 April 2019 nanti.

Pertama penyelenggara pemilu harus memastikan semua siap, kedua di balik kerumitan tersebut muncul kewajiban lain untuk melakukan pengawasan untuk menghindari kecurangan dan kebocoran suara hasil pencoblosan.

Tentu teknik pengawasan di matra desa dan matra kota tidak sama. Pendekatan-pendekatan solutif untuk menjawab kerumitan distribusi karena faktor bentang alam menuju titik pemungutan d basis desa, dan pengawasannya sekaligus harus segera di siapkan secara cepat karena waktu pemilihan yg tersisa maksimal 1 bulan lagi.

Beban yang dipikul penyelenggara pemilu memang teramat berat, tapi kita publik punya tanggungjawab moral untuk ikut meringankan.

Paling tidak ikut serta dalam pengawasan proses pemilihan nanti. KPU tentu akan lebih merasa percaya diri dengan adanya dukungan penuh dari masyarakat.

Kita belum tahu strategi yang telah d susun oleh KPU dari nasional, provinsi hingga kabupaten untuk urusan teknis logistik pemilu, namun yg terpenting mereka harus berani meminta bantuan semua pihak jika diperlukan.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved