KPPAD Kalbar Kasus Kekerasan Pada Anak Dominan Kejahatan Seksual

Baru-baru ini masih hangat kasus yang dilakukan oleh oknum guru sekolah dasar di Pontianak Selatan terhadap siswinya

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Komisioner KPPAD Kalbar, Alik Rosyad 

KPPAD Kalbar Kasus Kekerasan Pada Anak Dominan Kejahatan Seksual

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Pontianak menurut Komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, Alik Rosyad masih terus terjadi.

Baru-baru ini masih hangat kasus yang dilakukan oleh oknum guru sekolah dasar di Pontianak Selatan terhadap siswinya.

Adanya pembentukan Forum Anak Daerah yang merupakan kegiatan rutin dan setiap tahunnya disambutnya baik.

FAD diharapkannya menjada bagian dari upaya untuk mengurangi kasus-kasus kekerasan pada anak.

Baik anak sebagai korban maupun anak menjadi pelakunya.

"Anak tidak hanya sebagak korban, tapi anak juga bisa sebagai pelaku. Tentunya upaya pembentukan kader anak adalah sebagian kecil langkah dan upaya meminimalisir kasus kekerasan terhadap hadap,"ucap Alik Rosyid saat diwawancarai, Jumat (1/3/2019).

Baca: Bupati Mempawah Lantik Pejabat Dilingkungan Pemerintahan

Baca: PSSI Terapkan Aturan Baru di Piala Presiden 2019, Jokowi Hadiri Laga Pembuka Persib Vs PS Tira

Baca: Kapolda Kalbar: Generasi Millenial Tanggung Jawab Kita

Kekerasan pada anak, dijelaskan Alik, ada tiga, mulai dari kekerasan fisik, kekerasan psikis dan kekerasan seksual.

"Nah mengenai kasus yang kita tangani selama ini memang di Kota Pontianak cukup tinggi, kemudian yang dominan adalah kejahatan seksual pada anak. Sepertti baru-baru ini, oknum guru. Memang yang paling tinggi adalah kasus kejahatan seksual pada anak,"tambahnya.

Masih tingginya kasus kekerasan dan kejahatan seksual pada anak di Pontianak maupun Kalbar, menurutnya adalah tanggungjawab bersama, bukan hanya pemerintah, KPPAD, tapi seluruh elemen masyarakat.

Edukasi harus dimulai dari lingkup terkecil, keluarga dan bagaimana orangtua memahamkan pada anaknya agar pergaulannya benar dan baik. Memberi pendidikan yang baik, pendidikan formal maupun pendidikan agama agar anak tidak menjadi pelaku.

"Kemudian mengawasi anak, dengan siapa, dimana keberadaannya agar anak tidak menjadi korban," tambahnya.

Ketika keluar dari lingkup keluarga, masyarakat disebut Alik, juga punya tanggungjawab, misalnya ada lingkungan kos-kosan dan ada anak yang masuk dirumah kosong atau ditempat gelap maka masyarakat harus peduli untuk menegur dan menasehati.

"Selain itu, harus di suppot oleh pemerintah, melalui kebijakan-kebijakan yang ada. Kegiatan pisitif harus terus digalakan agar mengurangi pemikiran liar anak-anak,"sarannya.

KPPAD sendiri mengambil peranan di penanganan kasus dan sosialisasi agar kasus ini dapat diminimalisir.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved