Aprindo Nyatakan Plastik Berbayar Belum Berlaku di Kalbar

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menerapakan Kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) di ritel-ritel modren mulai 1 Maret 2019.

Aprindo Nyatakan Plastik Berbayar Belum Berlaku di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MAUDY ASRI GITA UTAMI
Ketua Asosiasi Ritel Kalbar, H Daniel Edward Tangkau 

Aprindo Nyatakan Plastik Berbayar Belum Berlaku di Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menerapakan Kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) di ritel-ritel modren mulai 1 Maret 2019.

Hal ini juga ditanggapi oleh, Ketua Asosiasi Ritel Kalbar, H Daniel Edward Tangkau yang mengatakan sampai saat ini, Kalbar belum menerapkan kantong plastik tidak gratis.

"Sampai hari ini kebijakan itu belum diterapkan, namun bisa saja untuk kantong plastik bisa diberikan gratis, tergantung kehendak supermarket atau tokonya saja bagaimana untuk meringankan konsumen," ujarnya.

Baca: IKIP PGRI Gelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013

Baca: IPDKR Peringati Hari Bahasa Ibu Internasional Tahun 2019

Baca: Akses Jalan Tertimbun Longsor Sudah Mulai Terbuka, BPBD Mohon Doa Semua Berjalan Lancar

Lanjutnya, untuk permasalah plastik, memang menjadi perhatian pemerintah dan asosiasi untuk menangani Masalah tersebut. Akan tetapi, dikatakannya hal itu kembali lagi kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan kantong plastik paling banyak 3 x dalam penggunaannya.

"Sebenarnya ini perlu disosialisasikan kembali, dalam masalah penggunaan kantong plastik berapa lama harus kita gunakan. Sama seperti dulu juga pernah uji coba kantong plastik berbayar Rp 200/kantong dan itu sangat murah tidak membebankan," ungkapnya.

Selain itu, Daniel juga mengatakan dalam kebijakan pemerintah untuk mengurangi sampah ia mengaku sangat mendukung sekali program pengurangan sampah. Namum untuk kantong plastik sebaiknya bisa menggunakan plastik yang baik dan ramah lingkungan.

"Kantong plastik yang ramah lingkungan seharusnya kantong plastik yang dapat di daur ulang, inilah yang perlu dipertimbangkan karena plastik masuk dalam kategori berbahaya, maka diperlukan plastik yang bisa hancur sendirinya atau dapat didaur ulang," sebutnya.

Daniel berharap, maka dengan demikian, agar kantong plastik tetap gratis, dengan tidak membebankan para konsumen, dan kantong plastik juga harus sesuai standar yang telah ditetapkan yaitu bewarna putih.

"Ada standar yang harus ditetapkan untuk plastik, yaitu harus bewarna putih dan tidak hitam," pungkasnya.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved