Edi Kamtono Nilai PMI Kota Pontianak Harus Sediakan Pelayanan Darah Minimal di 13 Rumah Sakit

PMI Kota Pontianak menurut Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono harus menyediakan pelayanan darah minimal untuk 13 rumah sakit

Tayang:
Penulis: Syahroni | Editor: Tri Pandito Wibowo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Syahroni
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sedang mendonorkan darahnya pada kegiatan, Pontianak Berdonor yang dilaksanakan oleh PMI dan RRI, Kamis (28/2/2019). -- 

Edi Kamtono Nilai PMI Kota Pontianak Harus Sediakan Pelayanan Darah Minimal di 13 Rumah Sakit

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak merupakan PMI yang berada di pusat ibu kota provinsi, tentunya beban kerja yang ada jauh lebih besar dari PMI yang ada di daerah kabupaten kota lainnya se Kalbar.

PMI Kota Pontianak menurut Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono harus menyediakan pelayanan darah minimal untuk 13 rumah sakit yang ada di Kota Pontianak.

Adanya kegiatan sosial yang dilakukan oleh instansi pemerintah maupun swasta serta komunitas menurutnya sangat membantu PMI dalam menyiapkan stok darah untuk para penggunanya.

Baca: Peringati HUT Arboretum ke-29, BEM Fakultas Kehutanan Gelar Serangkaian Kegiatan

Baca: Viral Video Sandiaga Uno Diusir Pedagang Ikan, Ini Penjelasan Kejadian Sebenarnya

Baca: Sekda Singkawang Buka Sosialisasi Mekanisme Pelaporan Aksi HAM dan Kriteria Kota Peduli HAM

Kali ini, Edi menyambut baik atas kegiatan yang diselenggarakan PMI dan Radio Republik Indonesia (RRI) Pontianak yaitu Pontianak Berdonor.

"Ini kegiatan yang sangat luar biasa, donor darah ini adalah kegiatan dan perbuatan yang sangat mulia. Kita menyumbangkan darah kita untuk masyarakat yang membutuhkan," ucap Edi Rusdi Kamtono saat pembukaan acara yang dipusatkan di LPP RRI Pontianak, Kamis (28/2/2019).

Saat ini, kebutuhan darah yang ada di Pontianak masih sangat kurang. Edi menegaska kepedulian masyarakat dan instansi untuk mengadakan kegiatan sosial memang sangat diperlukan.

Edi mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan donor darah, karena dengan berdonor, ia yakin akan membantu mereka yang membutuhkan.

Tak jarang masyarakat masih kesulitan mencari darah, karena tak semua orang bisa berdonor meskipun ada kemauan saat benar-benar dibutuhkan.

"Yang namanya donor darah inikan, tak semua orang bisa. Biasanya semangat mau berdonor ada tapi pas diperiksa tidak boleh. Maka kita harapkan stok darah ini selalu ada di PMI," ujar Edi Kamtono.

Berdasarkan data yang ada di PMI menurut Edi, perhari rata-rata PMI mendapatkan darah 80-90 kantong. Sedangkan kebutuhan untuk 13 rumah sakit yang ada di Pontianak dan pelayanan kesehatan sekitarnya rata-rata perhari 120-150 kantong.

"Berarti kita kekurangan rata-rata setiap harinya sekitar 50 kantong darah, itulah yang dicukupi dari para keluarga serta sanak saudara yang membutuhkan itu,"sebut Edi.

Kemudian darah yang didonorkan masyarakat, tidak semuanya bisa dipakai. Ada sebagian menurutnya dimusnahkan karena mengandung penyakit seperti Hepatitis, HIV dan lainnya, sehingga darah tersebut harus dimusnahkan.

"Kita juga di PMI setiap bulan ada kantong darah dibuang, karena mengandung kuman dan penyakit menular," kata Wali Kota Pontianak ini.

Pada kesempatan yang sama, Edi mengajak masyarakat Pontianak dan Kalbar umumnya untuk hidup sehat, namun kenyataannya setiap hari masih saja banyak masyarakat yang membutuhkan darah, itu artinya masih banyak yang sakit.

P to P
- PMI Pontianak melani 13 rumah sakit.
- Darah yang ada untuk masyarakat se Kalbar karena RS yang ada rujukan dari tingkat dua.
- Sehari PMI hanya bisa mengumpulkan rata-rata 80-90 kantong darah.
- Kebutuhan rata-rata 120-150 kantong.
- kekurangan rata-rata 50 kantong setiap harinya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved