Breaking News:

Satpol PP Kubu Raya Segel Empat Ruko di Jalan Adisucipto

Sebelumnya dari data kami ada 10 ruko yang izin usahanya tidak ada, enam ruko sudah tutup dengan kesadaran mereka

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Kubu Raya menyegel ruko tempat usaha cafe remang-remang di kawasan Parit Baru, Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (27/2/2019) siang.Sejumlah warung yang dikenal dengan "Kopi Pangku" ini dipasang Sat Pol PP dengan banner yang bertuliskan "Dilarang Melakukan Aktivitas Usaha di Lokasi Ini Sampai memiliki Izin dari Instansi Yang berwenang. T 

Satpol PP Kubu Raya Segel Empat 4 Ruko di Jalan Adisucipto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Penyegelan 4 ruko yang terletak di Jalan Adisucipto Kubu Raya, diakui oleh Plt Kasat Pol PP Kubu Raya, Frans Randus telah sesuai aturan. Dimana ruko tersebut menurut Frans tidak memiliki izin usaha.

"Sebelumnya dari data kami ada 10 ruko yang izin usahanya tidak ada, enam ruko sudah tutup dengan kesadaran mereka. Hari ini empat ruko yang kita segel karena belum menutup usahanya, dan sebelumnya mereka ini telah kami berikan SP 3, jadi semuanya sudah sesuai prosedur," ujar Frans, Rabu (27/2).

Selain tidak memiliki izin usaha, diakui oleh Frans secara fungsi ruko tersebut juga menyalahi aturan.

"Ruko inikan milik yayasan kematian, jadi dari segi fungsi mereka sudah menyalahi aturan, dan IMB mereka juga tidak ada. Legalitasnya tidak ada," katanya.

Baca: Oknum Kepala Sekolah Diduga Cabuli Belasan Murid SD, Kolam Renang & Tempat Camping Jadi Saksi Bisu

Baca: Seungri BIGBANG Kembali Dituding Isu Hirup Gas Nitro Oksida, YG Entertainment Angkat Suara

Baca: Pemprov Kalbar Raih Penghargaan Kearsipan Kategori Baik Tahun 2018 Dari ANRI di Padang

Ia mengakui dari pihak yayasan sudah bersikap kooperatif dan akan mengembalikan fungsi dari ruko tersebut.

"Inilah bangunan tua, sudah sejak 1982, jadi mereka dari pihak yayasan juga sudah berkoordinasi dengan kami untuk mengembalikan fungsinya. Tentu mereka akan mengurus lagi izinnya nanti," katanya.

Terkait adanya kegiatan malam yang mengarah pada prostitusi, Frans mengakui belum dapat memastikan.

"Untuk apakah ada prostitusi di ruko tersebut kita belum bisa pastikan tapi yang jelas memang ada kegiatan malam hari disana," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved