Masyarakat Kapuas Hulu Harap Harga Getah Karet Naik
Sudah beberapa tahun ini harga getah karet jauh anjlok dari Rp 20 ribu perkilogram, hingga turun menjadi Rp5 ribu-Rp7 ribu perkilogram
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Tri Pandito Wibowo
Masyarakat Kapuas Hulu Harap Harga Getah Karet Naik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Sejumlah petani karet di Kapuas Hulu terus mengeluh harga getah karet di Kabupaten Kapuas Hulu masih jauh dari harapan masyarakat, tidak seperti harga sebelumnya dari belasan ribu hingga puluhan ribu.
"Sudah beberapa tahun ini harga getah karet jauh anjlok dari Rp 20 ribu perkilogram, hingga turun menjadi Rp5 ribu-Rp7 ribu perkilogram," ujar seorang petani karet Kecamatan Bunut Hilir, Ahmad kepada Tribun Pontianak, Rabu (27/8/2019).
Ahmad menjelaskan, banyak petani karet banting setir, kebun karet nya berubah menjadi kebun daun kratom (purik). "Mau tak mau, hanya daun purik yang bisa membantu perekonomian masyarakat, kalau mengharapkan harga getah karet pandai banyak hutang," ungkapnya.
Baca: Para Aktivis Terbaik Diuji Pada Seleksi Beasiswa Aktivis Nusantara ke-9 di Kota Pontianak
Baca: Erdi Abidin dan Firdaus Zarin Kompak Sebut Permainan Layangan di Pontianak Indikasi Perjudian
Baca: Sengah Temila Pembentukan Panitia Naik Dango ke 34 Tahun 2019
Warga lainnya, Rusli menyatakan terkait kualitas atau mutu getah karet saat ini, sudah cukup baik tidak seperti tahun-tahun yang lalu. "Memang dulu banyak masyarakat campurkan getah karet dari kumbal dan tanah," ujarnya.
Namun kata Rusli, sekarang mutu getah karet sudah baik, maka diharapkan harga getah karet kembali seperti terdahulu dari Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu perkilogram. "Semua orang tahu kalau getah karet adalah matapencaharian unggulan masyarakat Kapuas Hulu," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/petani-noreh-karet.jpg)