Firdaus Zarin: Satpol PP Tak Sungguh-Sungguh Razia Pemain Layangan

Namun ia menilai adanya ketidak konsistenan dari instansi penegak Perda itu sendiri, dalam hal ini adalah Satpol PP Kota Pontianak.

Firdaus Zarin: Satpol PP Tak Sungguh-Sungguh Razia Pemain Layangan
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/CLAUDIA LIBERANI
Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak sekaligus Ketua DPD BKPRMI Kota Pontianak, Firdaus Zarin 

Firdaus Zarin: Satpol PP Tak Sungguh-Sungguh Razia Pemain Layangan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Firdaus Zarin hang hadir saat FGD Stop Bahaya Layang-Lahang yang dilakukan oleh Komunitas Peduli Listrik menegaskan bahwa saat ini aturan sebetulnya sudah ada terkait larangan oramg bermain.

Namun ia menilai adanya ketidak konsistenan dari instansi penegak Perda itu sendiri, dalam hal ini adalah Satpol PP Kota Pontianak.

"Sebetulnya regulasi sudah ada, mulai dari UU, Perda 2010, ada Perwa dan ada Maklumat dari Pemkot Pontianak dan Polresta, saya kira ini sudah cukup. Cuma saya liat yang melaksanakannya ini kendor," ucap Firdaus Zarin saat diwawancarai, Rabu (28/2/2019).

Baca: BKPSDM Sanggau: Pemkab Ajukan Permohonan Tertulis Kepada Mendagri Untuk Menetapkan SK PDTH

Baca: Intensifkan Pengamanan, Personel Polres Singkawang Jaga Gudang Logistik KPU

Baca: Edi Kamtono Tuding Rendahnya Sanksi Hukum Pada Pemain Layangan Tak Membuat Efek Jera

Menurutnya, pertama yang harus dilakukan adalah aksi nyata, baru masyarakat harus dilibatkan.

Firdaus Zarin, menegaskan bahwa permainan layangan di Pontianak ini sudah ada indikasi perjudian atau taruhan. Maka itu harus dibuktikan oleh pihak penegak hukum.

Sejauh ini, sudah banyak korban sampai meninggal, tapi tak satupun yang ditangkap menjadi tersangka, karena memang sulit menmbuktikannya.

"Regulasi yang ada ini sudah cukup saya rasa, tinggal aksi nyatanya aja,"tambahnya.

Selain itu, ia menyinggung rendahnya sanksi yang dijatuhkan hakim menjadi pemicu tak memberikan efek jera pada pemain layangan di Pontianak.

"Satpol PP juga kurang serius, coba diam-diam razia dan tangkap pelaku pemain layangannya. Kepung dulu baru ditangkap jangan ribut-ribut dulu baru dikejar," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved