Breaking News:

Dukung Penyegelan, Agus: Cafe Remang-Remang Sudah Bukan Rahasia Umum

Untuk total ruko pada deratan ini sendiri terdapat 20 unit ruko, namun 1 di antaranya telah di robohkan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Kubu Raya menyegel ruko tempat usaha cafe remang-remang di kawasan Parit Baru, Jalan Adi Sucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (27/2/2019) siang.Sejumlah warung yang dikenal dengan "Kopi Pangku" ini dipasang Sat Pol PP dengan banner yang bertuliskan "Dilarang Melakukan Aktivitas Usaha di Lokasi Ini Sampai memiliki Izin dari Instansi Yang berwenang. 

Dukung Penyegelan, Agus: Cafe Remang-Remang Sudah Bukan Rahasia Umum

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID,KUBU RAYA- Perwakilan Yayasan Surya Makmur, Agus mendukung penyegelan dan penertiban yang di lakukan oleh Satpol PP Kubu Raya, Rabu (27/2/2019).

Ia mengatakan bahwa izin bangunan untuk deretan Ruko sendiri ada, namun ia menilai izin usaha dari para penyewa yang tidak dimiliki.

Untuk ruko yang di segel sendiri, ia mengatakan bahwa bangunan ini telah di bangun sejak tahun 1970an silam, dan kondisinya saat ini telah memprihatinkan.

"Intinya kita dukung penuh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, apalagi masalah usaha yang mungkin ilegal ya, kita dukung penuh, dan yang kedua itu mungkin masalah bangunan ya, bangunan sudah tidak layak, dan rencana dari yayasan akan di renovasi kedepannya," ujanrya.

Baca: Sujiwo Ingin Bangun SDM Kubu Raya dengan Meningkatkan Minat Baca

Baca: Cari Tempat Nginap di Sanggau? Hotel Shafira Bisa Jadi Pilihan  

Terkait adanya indikasi usaha esek - esek yang dijalankan oleh para penyewa ruko, Agus mengatakan hal tersebut sudah bukan rahasia umum lagi, semua masyarakat sekitar sudah mengetahui.

"Kalau masalah ini yah, apa, sudah bukan rahasia umum lagi, soalnya usaha esek esek ini sejak tahun 80an ya, sejak pabrik - pabrik kayu disini masih pada maju. sudah bukan rahasia lagi si, dan memang dari dulu ya kesannya sudah remang - remang,"katanya.

Agus mengatakan bahwa pembangunan Ruko oleh yayasan bertujuan mulia, yakni untuk memberikan orang yayasan yang memerlukan tempat usaha dengan harga murah.

"Pertamakan di belakang itu kuburan, jadi kalau dilihat dari tepi jalan itu kurang etis, jadi kita bikin ruko, tujuan kita mulia, buat orang yayasan yang butuh tempat usaha, kita kasih murah, ternyata di tengah jalan, mungkin ada alihkan ke pihak lain,"ujarnya.

Terkait teguran yang di layangkan Yayasan ke pada penyewa yang membuka usaha di lokasi inipun ia tak mengetahui secara pasti, Karena ia mengaku belum lama menjadi pengurus di yayasan.

"Kalau masalah ini saya kurang tau ya, karena saya jadi pengurus belum lama,"katanya.

Untuk total ruko pada deratan ini sendiri terdapat 20 unit ruko, namun 1 di antaranya telah di robohkan.

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved