Siapkan Dana Talangan Untuk Hindari Pelanggan Nunggak, PLN Kerjasama dengan Bank Bukopin

PT Bank Bukopin Tbk cabang kota Pontianak bersama PT PLN (Persero) unit induk wilayah Kalimantan Barat menandatangani terkait dengan nota kesepahaman

Siapkan Dana Talangan Untuk Hindari Pelanggan Nunggak, PLN Kerjasama dengan Bank Bukopin
Net
Bank Bukopin 

Siapkan Dana Talangan Untuk Hindari Pelanggan Nunggak, PLN Kerjasama dengan Bank Bukopin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - PT Bank Bukopin Tbk cabang kota Pontianak bersama PT PLN (Persero) unit induk wilayah Kalimantan Barat menandatangani terkait dengan nota kesepahaman penyediaan jasa dan talangan pembayaran rekening listrik, bertempat di lantai dua Hotel Ibis, Selasa (26/2/2019).

GM PT PLN (Persero) unit induk wilayah Kalimantan Barat Agung Murdifi, mengatakan bahwa pada dasarnya penandatanganan kerjasama ini bertujuan memberikan kemudahan pada pelanggan atau nasabah dalam pembayaran rekening listriknya, yakni mempercepat proses cashing.

Adapun layanan itu berupa pembayaran rekening listrik dengan nama layanan FLEXI BILLS. FLEXI BILLS yaitu sebuah skema fasilitas yang diberikan kepada nasabah atau pelanggan PLN atau sekaligus sebagai debitur PT Bank Bukopin dan PT PLN (Persero) sebagai penerima atas pembayaran tagihan listrik.

Baca: Kristina Raymond Ajak Bhayangkari Cabang Singkawang Cerdas Bermedia Sosial

Baca: Timnas Indonesia Juara Piala AFF U-22 2019 dan Hasil Pertandingan Indonesia vs Thailand

Baca: Aspeknas, Gataki, Astekindo Kalbar Serentak Gelar Kongres dan Musya‎warah

Direktur Retail Bank Bukopin, Heri Purwanto menjelaskan bahwa terkait dengan layanan FLEXI BILLS ini, dalam artian sederhana Bank Bukopin menalangi semua tagihan-tagihan listrik tersebut, dengan begitu uang yang seharusnya digunakan untuk pembayaran listrik oleh nasabah bisa digunakan untuk usahanya yang lain.

"Mereka ini bukannya kesulitan cash flow atau kesulitan dana, bukan. Kalau pengusaha inikan tak pernah mau uangnya berhenti. Uang kalau bisa diinventasikan ke yang lain, sehingga ini (uang) digunakan ke yang lain,"imbuhnya.

Pada dasarnya layanan ini sama seperti pengajuan kredit, hanya saja lebih mudah dan lebih gampang. Dikatakan Heri, sasaran layanan ini ke semua segmen bisnis, di mana akan diklasifikasikan menjadi dua pelanggan atau nasabah yakni nasabah retail dan nasabah bills. Untuk nasabah retail akan menggunakan jasa Flexi retail sedangkan nasabah bill akan menggunakan pelayanan jasa Flexi retail.

Baca: Ratusan Kaum Milenial Ngopi Bareng Bersama Cak Lontong

Baca: Untuk Menang, Pengamat: Harus Bangun Kesolidan Tim

Baca: Starting Eleven Lazio vs AC Milan di Semifinal Coppa Italia, Head to Head dan Link Live Streaming

"Untuk pelanggan yang di bills tadi itu terutama di pabrik-pabrik, mall dan lain sebagainya. Yang umumnya tagihan-tagihan listrik yang cukup besar atau di PLN itu kita kategorikan pelanggan utama," ucapnya

Sedangkan untuk pelanggan Flexi retail akan dikoordinir oleh perusahaan yang ditunjuk oleh PLN sebagai kepanjangan tanganan PLN untuk melakukan penagihan. "Jadi keuntungan dari PLN, tingkat kemacetan pembayaran tagihan listrik bisa diminimalisir," tambahnya.

Selanjutnya, Heri mengatakan bahwa untuk tahun 2019 ini, ditargetkan capaian layanan Rp1 sampai Rp2 triliun. Dan untuk tahun-tahun ke depan diharapkan target ini akan semakin besar.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dihadiri juga Directur Bisnis PT. PLN Regional Kalbar, Machinzon. EVT Operasi Regional Kalbar, Mohtar. General manager regional V PT. Bank Bukopin, Darmanto serta branch manager bank Bukopin cabang Kota Pontianak, David Suryanadiputra.

Dengan adanya layanan ini, pelanggan PLN tidak lagi menunggak pembayaran rekening listrik, tidak mengalami pemutusan akibat tunggakan dan tidak perlu membayar membayar denda layanan sehingga ada saving cost dan opportunity gain. (Mod)

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved