Dua Agenda Kapolri ke Kalbar, Bahas Karhutla dan Cek Kesiapan Pemilu 2019
Saya mengingatkan untuk memonitor sosmed yang liar yang hoaks, black campaign, karena itu melanggar undang-undang
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Jamadin
Dua Agenda Kapolri ke Kalbar, Bahas Karhutla dan Cek Kesiapan Pemilu 2019
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kapolri Jenderal Pol H M Tito Karnavian mengemukakan agenda kunjungan kerjanya di Kalbar. Di antaranya terkait masalah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan mengecek langsung kesiapan jajaran Polda Kalbar dalam pengamanan Pemilu 2019.
“Kunjungan saya ke sini ada dua agenda, yang pertama adalah mengenai masalah kebakaran hutan dan lahan. Untuk di Riau Bengkalis sudah ada yang terbakar, saat ini TNI, Polri, Basarnas dan BNPB sudah bekerja," ujar Tito Karnavian, di Mapolda Kalbar, Selasa (27/2/2019).
Didampingi Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal, Kapolri Tito mengingatkan kapolda se Kalimantan untuk mempersiapkan dirii melakukan upaya sesuai sop untuk mencegah dan penindakan untuk mencegah jangan sampai jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Baca: Puan Maharani Percayakan Kemenangan Jokowi di Tim Masing-masing
Baca: BREAKING NEWS - Heboh Temuan Mayat Bayi Mengapung di Pantai Celincing Ketapang
"Kemudian agenda kedua yakni untuk mengevaluasi operasi mantapbrata dalam rangka pengamanan pemilu 2019 yang sebentar lagi akan kita mulai. Sementara ini proses nya sedang berjalan mulai dari pendaftaran dan semua prosesnya hingga nanti bulan oktober saat pelantikan,"tambah Titi Karnavian.
Dirinya sudah mengevaluasi karena waktunya sudah mendekat dan mengingatkan kepada semua wilayah agar lakukan langkah dengan pedekatan semua stakeholder.
Tito Karnavian juga mengharapkan kepada media untuk tidak memberikan pesan-pesan atau berita yang provokatif, ia juga mengharapkan media ikut mendinginkan.
"Saya mengingatkan untuk memonitor sosmed yang liar yang hoaks, black campaign, karena itu melanggar undang-undang dengan merusak demokrasi,"pesan Tito Karnavian.
"Kampanye tentang sesuatu yang tidak benar itu adalah undang undang ITE. Yang bisa memicu konflik karena pendukung bisa saja nanti akan marah kalau calonnya baik ekskutif atau legislatif difitnah," imbuhnya lagi.
Baca: Menteri Puan Maharani Serahkan Bantuan di Landak, Ini Wujud Bantuannya
Kemudian Kapolri menegaskan dirinya telah memerintahkan jajaran untuk bertindak tegas tegakan hukum untuk memberikan efek dekteren.
"Tapi modal penting untuk kalimantan barat ini kita bersyukur tahun 2017 tahun 2018 ada pilkada termasuk pemilihan gubernur tahun lalu ini berlangsung aman,"pungkas Tito Karnavian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kapolri-kapolda.jpg)