Revolusi Industri 4.0, Midji: Siapkan SDM Tanpa Mengubah Karakter Dasar

Pemerintah saat ini terus membahas soal industri generasi ke-empat atau industri 4.0. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah meresmikan peta

Revolusi Industri 4.0, Midji: Siapkan SDM Tanpa Mengubah Karakter Dasar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Gubernur Kalbar H Sutarmidji saat diwawancarai awak media usai melantik dan mengambil sumpah jabatan Bupati-Wakil Bupati Kubu Raya masa jabatan 2019-2024 Muda Mahendrawan-Sujiwo dan Bupati-Wakil Bupati Sanggau masa jabatan 2019-2024 Paulos Hadi-Yohanes Ontot (PH-YO) di Pendopo Gubernur Kalbar, Jalan Ahmad Yani 1 Kota Pontianak, Minggu (17/2/2019). 

Revolusi industri 4.0 juga dapat mendorong terciptanya kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah yang tinggi. Di sisi lain, akuntabilitas publik tinggi lantaran keterbukaan dan kemudahan mengaudit.

"Revolusi Industri 4.0 meningkatkan daya saing daerah atau negara, serta terciptanya jenis pekerjaan baru," ujarnya.

Kendati demikian, penerapan revolusi industri 4.0 mengharuskan pemerintah hadapi berbagai problem. Problem-problem itu diantaranya distribusi berbagai bidang, banyak pekerjaan yang akan hilang sehingga bisa memicu pengangguran, serta siklus hidup pengetahuan dan keterampilan menjadi pendek.

"Mobilitas pegawai lintas organisasi dan lintas sektor akan tinggi. Masyarakat akan semakin kritis dalam menuntut pemenuhan hak dan kebutuhannya akibat akses pengetahuan dan informasi yang luas melalui dunia digital," urainya.

Tantangan pemerintah ke depan adalah bagaimana mengintegrasikan otomasi robot ke proses di tempat kerja, pengambilan keputusan dan budaya organisasi. Terkait peluang revolusi industri 4.0 untuk birokrasi, berdasarkan pendapat para ahli bahwa cara administrasi publik untuk bertahan di era disrupsi yang diakibatkan oleh revolusi industri 4.0 ini adalah para pejabat publik harus memiliki kapasitas untuk beradaptasi dengan teknologi saat ini.

"Teknologi akan membuat kemampuan masyarakat meningkat, menyediakan alternatif-alternatif baru untuk menyampaikan ide dan opini," tambahnya.

“Perkembangan teknologi saat ini juga dapat memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan lebih baik daripada prediksi manusia. Komputer akan belajar untuk memaknai data dan informasi yang tidak terstruktur sekalipun untuk melihat pola dan mengantisipasi kejadian-kejadian di masa yang akan datang," pungkasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved