Kalbar Masih Kekurangan 20 Ribu Guru, Samion Minta Aksi Mahasiswa Jadi Atensi Serius Pemerintah

Ketua PGRI Kalimantan Barat, Prof DR Samion mengatakan kondisi guru honorer di Kalbar saat ini sangat memprihatinkan.

Kalbar Masih Kekurangan 20 Ribu Guru, Samion Minta Aksi Mahasiswa Jadi Atensi Serius Pemerintah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Ketua PGRI Provinsi Kalbar Prof DR Samion. 

Kalbar Masih Kekurangan 20 Ribu Guru, Samion Minta Aksi Mahasiswa Jadi Atensi Serius Pemerintah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua PGRI Kalimantan Barat, Prof DR Samion mengatakan kondisi guru honorer di Kalbar saat ini sangat memprihatinkan.

Ia mengatakan itu bukan tidak beralasan, saat dihubungi Sabtu (23/2/2019) dia baru saja pulang dari salah satu sekolah di Batu Ampar, Kubu Raya.

Samion melihat secara langsung kondisi dilapangan sebagai contoh nyata, dimana satu sekolah SMA hanya mempunyai 8 guru negeri, dengan jumlah sekitar orang 30 guru.

"Ini berarti sekitar 20 orang adalah guru honorer, dimana mereka hanya digaji Rp. 300 sampai Rp. 600 ribu saja, itu sangat tidak manusiawi," ujarnya.

Baca: Dewan Minta Kapolsek Pontianak Barat Yang Baru Rangkul Masyarakat dan Pemerintah

Baca: VIDEO: Histeria Fans K Pop Meriahkan Acara MRSF di Transmart Kubu Raya

Baca: VIDEO: Penampilan Cakra Band Polda Kalbar

Harus kita sadari bahwa Kalbar ini kekurangan tenaga guru yang cukup masif, hampir 20 ribuan guru yang kekurangan.

Untuk pemenuhan guru di Kalbar tidak ada cara lain selain pemerintah daerah harus berani mengambil sikap, namun aturan sekarang malah mengatakan sekolah tidak boleh merekrut guru honorer.

"Inikan masalah yang simalakama, di satu sisi guru kurang, masih butuh guru honor, di sisi lain Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan statemen tidak boleh merekrut guru honor," ujarnya.

Menurutnya sangat jelas kebijakan pemerintah saat ini sangat tidak memihak kepada guru honorer.

"Jelas belum, bagaimana memihak, gaji guru honor cuma tiga ratus sampai enam ratus ribu," tegasnya.

Samion berharap ada solusi dari pemerintah terkait gaji guru honor, menurutnya guru honor menerima gaji lebih kecil dari pekerja buruh yang tidak sekolah, sedangkan mereka berkuliah menghabiskan uang ratusan juta.

"Jika ada mahasiswa yang melakukan aksi terkait kesejahteraan guru honor menurut saya itu wajar, karena selama ini kekurangan guru di hampir semua sekolah di tutupi oleh guru honor, namun gaji mereka memprihatinkan," pungkasnya

Saimon menegaskan bahwa seharusnya, aksi mahasiswa itu tidak hanya dianggap kecil oleh pemerintah, karena ini adalah masalah serius.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved