Wanita Yang Sering Bangun Pagi Miliki Risiko Depresi Lebih Kecil Dari Wanita Suka Bangun Siang

Wanita Yang Sering Bangun Pagi Miliki Risiko Depresi Lebih Kecil Dari Wanita Suka Bangun Siang

Wanita Yang Sering Bangun Pagi Miliki Risiko Depresi Lebih Kecil Dari Wanita Suka Bangun Siang
KOLASETRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Wanita Yang Sering Bangun Pagi Miliki Risiko Depresi Lebih Kecil Dari Wanita Suka Bangun Siang 

Sedangkan 10 persen sisanya mengaku mereka suka begadang dan bangun siang.

Penelitian ini memakan waktu selama empat tahun untuk melihat apakah ada peserta yang mengalami depresi atau tidak.

Selain itu, diteliti juga faktor risiko depresi dari berat badan, aktivitas fisik, kondisi kesehatan lainnya, lamanya jam tidur, dan apakah wanita tersebut kerja shift malam atau tidak.

Setelah empat tahun berlalu, temuan para ahli menunjukkan bahwa wanita yang hobi begadang, cenderung memilih untuk melajang alias tidak menikah.

Kebanyakan dari mereka juga adalah perokok yang pola tidurnya tidak menentu.

Sedangkan wanita yang suka bangun pagi memiliki risiko depresi 12 hingga 27 persen lebih rendah daripada wanita yang termasuk di tengah-tengah antara suka tidar cepat dan suka begadang.

Wanita yang suka bangun siang juga ditemukan 6 persen lebih berisiko terkena depresi daripada mereka yang kadang tidur cepat dan kadang begadang.

Selain gaya hidup dan chronotypes, peneliti juga menemukan bahwa ada gen tertentu seperti PER2 dan RORA yang memengaruhi jam tidur seseorang yang berisiko juga terkena depresi.

Lalu bagaimana cara mencegah depresi?

Vetter mengatakan bahwa tidak semua orang yang hobi begadang dan bangun siang pasti kena depresi, ya.

Halaman
1234
Penulis: Mirna Tribun
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved