Intip Produksi Madu Kelulut Bernadus Anggoi

Saat ini, belum semua masyarakat tahu dengan madu kelulut, sebab masyarakat lebih memilih madu lebah yang biasa dikonsumsi

Intip Produksi Madu Kelulut Bernadus Anggoi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tokoh Dayak Hibun, Bernadus Anggoi saat menunjukan dua kota (sarang) madu kelulut yang di budidaya dibelakang rumahnya di Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Jumat (22/2/2019). 

Intip Produksi Madu Kelulut Bernadus Anggoi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Saat ini, belum semua masyarakat tahu dengan madu kelulut, sebab masyarakat lebih memilih madu lebah yang biasa dikonsumsi dan dijual dimana-mana.

Namun, pada dasarnya, manfaat dari madu kelulut ini ternyata sangat bagus bagi tubuh. Madu ini baik bagi kesehatan dan bisa menyehatkan sejumlah penyakit pada tubuh manusia.

Pengelola madu kelulut ini misalnya, Tokoh Dayak Hibun, Bernadus Anggoi sudah sekitar satu lebih memulai budidaya madu kelulut di belakang rumahnya di Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.

Baca: Masyarakat Kapuas Hulu Desak Pemda Bentuk BPBD, Ini Penjelasan Bupati

Baca: Mengenal 5 Komisioner KPU Kalbar Periode 2018-2023

Baca: Figo Bersyukur CGM Sekura Berjalan Aman dan Tertib

“Punya saya ini pelihara sendiri dan tempatnya atau sarangnya dibuat sendiri menggunakan papan dan tripleks bekas, ” katanya, Jumat (22/2/2019).

Ia melakoni produksi madu kelulut itu pun sejak dirinya menjadi Guru di SMAN 1 Tayan Hilir tahun 1993-1994. Namun setelah itu sempat berhenti, dan satu tahun yang lalu ia memulainya kembali. “Siapa tahu ada manfaat madunya untuk kesehatan dan persiapan untuk pensiun, ” jelas pria yang menjabat sebagai Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau itu.

Karena baru dua sarang madu kelulut miliknya, kedepan, Anggoi berencana akan mengembangkanya. Akan tetapi masih mencoba dua sarang ini terlebih dahulu dan melihat situasi tempat apakah bisa dikembangkan jika dibuah dalam bentuk petak-petak.

“Sekarang sudah mau coba dipanen. Tapi waktu yang dulu saya di Tayan pernah pelihara satu kotak (sarang) menghasilkan madu satu gelas es, ” ujarnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved