Program JKN–KIS Kini Menjadi Kebutuhan Penting Bagi Keluarga Suhaibah

Penyakit Jantung Serta yang berkaitan dengan pembuluh darah (PJP) merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia.

Program JKN–KIS Kini Menjadi Kebutuhan Penting Bagi Keluarga Suhaibah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Suhaibah, Peserta Penerima Upah 

Program JKN–KIS Kini Menjadi Kebutuhan Penting Bagi Keluarga Suhaibah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penyakit Jantung Serta yang berkaitan dengan pembuluh darah (PJP) merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia.

Saat ini semua orang berpotensi terkena penyakit jantung. Perokok aktif, diabetes, tekanan darah tinggi, kurang aktifitas fisik, dan mengalami berat badan berlebih menjadi faktor umum seseorang berpotensi memiliki penyakit jantung.

Begitu pula yang dialami oleh Asriza Agus (51) yang juga berprofesi sebagai guru olahraga yang terbilang sehari-hari aktif melakukan aktifitas fisik ini pun terkena serangan jantung saat sedang beribadah di sebuah masjid sehingga harus segera dilarikan ke Rumah Sakit terdekat yaitu RSUD Sultan Muhammad Alkadire Pontianak.

Baca: Sukiryanto Serahkan Lima Sertifikat Tanah, Bangun Rumah Sakit Islam di Ketapang

Baca: Resep Rempa Tahu Ebi, Tak Cuma Enak Juga Mudah Dibuat

Baca: PPNI Komisariat RS Rubini dan Procare Mempawah Selenggarakan Seminar dan Workshop

Baca: Kadisporapar Kalbar: Percepatan Pembangunan Infrastruktur Tunjang Pariwisata

Saat ditemui oleh Tim BPJS Kesehatan, Rabu (13/2) tampak Suhaibah (51) sang isteri setia menemani dan merawat Asriza yang masih terbaring lemas di ruang perawatan rumah sakit. Menurut keterangan Suhaibah sudah empat hari suaminya dirawat karena serangan jantung.

“Suami saya ini memang punya riwayat penyakit darah tinggi, namun tidak menyangka juga bisa tekena serangan jantung seperti ini. Alhamdullilah sekarang Bapak sudah semakin membaik, awal dibawa kesini bapak harus mendapat perawatan intensif di ICU (Intensive Care Unit). Kondisinya pingsan waktu itu beruntung warga membantu segera membawa bapak ke Instalasi Gawat Darurat (IGD),” tutur Suhaibah.

Bagi Suhaibah yang terpenting suaminya saat ini sudah mulai pulih dan tidak perlu memikirkan biaya pengobatan, karena semua telah ditanggung program JKN-KIS.

“Suami saya serang Pegawai Negeri Sipil, dulunya kami difasilitasi jaminan kesehatan kartu Askes, awalnya saya mengira kartu ini sudah tidak dapat digunakan lagi karena sudah berubah menjadi BPJS Kesehatan. Alhamdullilah tidak ada masalah saat saya menunjukan ini, pihak rumah sakit mengatakan kartu saya masih aktif dan dapat digunakan,” jelas Suhaibah.

Suhaibah sangat berterima kasih karena semua biaya pengobatan dan perawatan suaminya ditanggung oleh Program JKN-KIS tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun.

“Program JKN-KIS kini menjadi kebutuhan penting bagi keluarga saya, terutama suami saya. Penyakit bisa datang kapanpun dan dimanapun, oleh karena itu kita harus menyediakan perlindungan agar ketika sakit kita tidak terbebani dengan biaya yang sangat besar. Terima kasih saya ucapkan kepada BPJS Kesehatan yang telah memberikan perhatian luar biasa kepada kami dan juga pihak Rumah Sakit Sultan Muhammad Alkadire Pontianak yang telah memberikan pelayanan terbaiknya,” tutup Suhaibah. (*)

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved