Polda Kalbar dan Bawaslu Siap Tumpas Politik Uang Serta Kampanye Hitam Pada Pemilu 2019

Kita pihak kepolisian tidak diam, memonitor juga, bersama-sama, berkolaborasi bersinergi, dengan Bawaslu

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YA'M NURUL ANSHORY
Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah (kemeja putih) saat di wawancara awak media di Hotel Golden Tulip, Jalan Teuku Umar, Pontianak, Kamis (21/2/2019). 

Polda Kalbar dan Bawaslu Siap Tumpas Politik Uang Serta Kampanye Hitam Pada Pemilu 2019

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Politik uang dan kampanye hitam menjadi salah satu isu yang sering terjadi di Indonesia menjelang pemilu tak terkecuali di Kalimantan Barat.

Menanggapi hal itu, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan pihaknya bersama Bawaslu telah siap menumpas segala bentuk politik uang dan kampanye hitam yang dilakukan oleh siapapun.

"Kalau misalnya ada money politik, kemudian black campaign dan sebagainya, itu ada mekanisme aturannya, tentunya nanti Bawaslu yang akan melakukan penilaian, mengkaji menganalisis apakah masuk kategori pelanggaran pemilu," tuturnya Kamis (21/2/2019).

Baca: Polda Kalbar Pastikan Siap Amankan Pileg dan Pilpres 2019 di Kalimantan Barat

Baca: Disambut Pendukung Jokowi dengan Spanduk Ucapan Selamat Datang, Sandiaga: Bukan Akhlakul Karimah

Jika ditemukan dan terbukti, merupakan tugas dari Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang akan melakukan penegakan hukum pada kasus seperti itu.

"Kalau memang terbukti money politik atau black campaign, nanti ada lagi mekanismenya, Sentra Gakkumdu yang akan bermain disitu, untuk melakukan penegagakkan hukum," tegasnya.

Sentra Gakkumdu akan bekerja sesuai tupoksinya sesuai dengan laporan atau informasi dari Bawaslu.

Baca: Ini Penjelasan Menteri Pariwisata Soal Festival Cross Border Aruk yang Digelar 23-24 Februari 2019

Baca: VIDEO: Cuplikan Gol Persija Vs PS Tira Persikabo, Fitra Ridwan Perbesar Agregat Persija Jakarta

"Karena memang waktunya terbatas sehingga ini namanya masalah khusus sehingga waktunya cepat dan segera ditindak lanjuti oleh teman-teman dari Sentra Gakkumdu berdasarkan laporan atau informasi dari Bawaslu," terang Kapolda Kalbar.

Kapolda Kalbar mengatakan pihak Kepolisian tidak akan tinggal diam dengan kasus seperti tersebut diatas, dan mereka akan terus memonitor perkembangannya.

"Kita pihak kepolisian tidak diam, memonitor juga, bersama-sama, berkolaborasi bersinergi, dengan Bawaslu," tegasnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah mengatakan akan dibentuk satuan tugas (Satgas) untuk menumpas politik uang maupun black campaign selama pemilu 2019.

"Sebagaimana telah dijalin di 14 Kabupaten Kota, terutama di Kota Pontianak sudah ada kesepahaman, pengawas pemilu di support oleh Polresta untuk melakukan antisipasi oleh Satgas," ujar Ruhermansyah.

Ruhermansyah mengatakan pada masa tenang nanti, pihaknya bersama dengan kepolisian akan terus melakukan patroli mengantisipasi politik uang maupun kampanye hitam.

"Kita ada patroli nanti pada masa tenang untuk antisipasi pilitik uang, itu nanti ada Satgas bersama Kepolisian terkait dengan antisipasi politik uang tersebut," terangnya.

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved