Pihak Kementerian Kesehatan Akui Pontianak Daerah yang Baik Dalam Membangun Kesehatan

Stunting itu, bukan persoalan pendeknya tapi orang yang terkena stunting akan berpengaruh pada kemampuan otaknya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Syahroni
Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ir Dody Izwardy MA 

Pihak Kementerian Kesehatan Akui Pontianak Daerah Yang Baik Dalam Membangun Kesehatan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ir Dody Izwardy MA, menjelaskan persoalan stunting bukan masalah bertubuh pendeknya tapi ada persoalan yang lebih serius.

Saat memberikan materi pada seminar gizi dan kesehatan di Kapuas Palace yang diadakan oleh Dinas Kesehatan serta Persatuan Ahli Gizi Indonesia Pontianak.

"Stunting itu, bukan persoalan pendeknya tapi orang yang terkena stunting akan berpengaruh pada kemampuan otaknya," ucap Dody Izwardy Kamis (21/2/2019).

Baca: VIDEO: Persija Jakarta Tambah Keunggulan Lewat Gol Ryuji Utomo ke Gawang PS Tira Persikabo

Baca: BREAKING NEWS - Karolin Ajukan Pemecatan Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo

Dody Izwardy menyampaikan Kota Pontianak ini termasuk daerah yang paling bagus dalam progres pembangunan kesehatannya.

Menjadi pemateri saat semimar gizi dam kesehatan, ia sampaikan persoalan gizi ada dua yaitu undernutrision dan overnutrision.

Apabila berbicara undernutrision pertama kali kalau dilihat yaitu pengukuran berat badan bertumbuh. Saat ini pemerintah tengah gencarnya menekan angka stunting yang disebabkan kekurangan gizi kronis.

Baca: Nikmati Menu Sehat Sate Kampung Tasty Terrace Pontianak  

Baca: Polda Kalbar dan Bawaslu Siap Tumpas Politik Uang Serta Kampanye Hitam Pada Pemilu 2019

Berdasarkan ilmu pengetahuan yang ada, Dody Izwardy menjelaskan bahwa idealnya bayi uang baru lahir memiliki berat minimal 2500 gram dan panjang 48 cm. Apabila kurang dari angka tersebut maka mempunyai faktor resiko tinggi mengalami kekurangan gizi atau stunting, tapi bisa pula karena lahir prematur.

"Masalahnya dari kajian yang saya lihat ada faktor kemiskinan, pola asuh dan perilaku hidup masyarakat itu sendiri. Tak jarang masyarakat yang sedang hamil memilih makan dam tidak mau makan yang bergizi,"ucapnya.

Ia yakin permasalahm gizi di Kalnar dapat teratasi dengan baik apalagi Gubernur Kalbar saat ini yang juga merupakan mantan Wali Kota Pontianak pernah menjadi pembicara nasional.

"Solusinya untuk mengatasi masalah stunting ini harus ditangani secara terpusat, maka saua yakin Kalbar bisa melakukan itu. Bahkan bisa menjadi percontohan dari provinsi lainnya nanti," tambahnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved