Mahkamah Agung Beratkan Hukuman Terdakwa Tipikor di Kapuas Hulu

Terkait putusan tersebut jaksa akan melaksanakan putusan itu, karena sudah berkekuatan hukum tetap

Mahkamah Agung Beratkan Hukuman Terdakwa Tipikor di Kapuas Hulu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Pasti Pidana Khusus Kejari Kapuas Hulu, Ricki Pangabean 

Mahkamah Agung Beratkan Hukuman Terdakwa Tipikor di Kapuas Hulu

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kasi Pidana Khusus Kejari Kapuas Hulu Ricki Pangabean menyatakan, bahwa pada sidang Tingkat I (pada Pengadilan Tipikor Pontianak) yaitu JPU menuntut terdakwa Wan Mansor pidana penjara 2 tahun, terdakwa M. Mauluddin 1 tahun 6 bulan, dan M. Arifin 1 tahun 6 bulan. Masing-masing membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp.27.830.666.

"Majelis Hakim Tipikor PN Pontianak hanya memutus pidana penjara selama 1 tahun kepada masing-masing terdakwa sedangkan UP tidak dikabulkan oleh Majelis Hakim," ujarnya kepada wartawan, Kamis (21/2/2019).

Baca: Polda Kalbar dan Bawaslu Siap Tumpas Politik Uang Serta Kampanye Hitam Pada Pemilu 2019

Baca: 6 Trik Tak Terduga yang Dapat Membantu Kehidupan Sehari-hari Anda

Atas putusan tersebut Jaksa melakukan banding terhadap masing-masing putusan tersebut, yaitu terkait pemidanaan dan UP. "Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 3 terdakwa ditingkat banding, hakim Pengadilan tinggi Pontianak menguatkan Putusan 3 terdakwa sesuai putusan hakim PN Pontianak," ucapnya.

Ricki menjelaskan, kalau pihaknya melakukan kasasi terhadap putusan 3 terdakwa tersebut yang diputus oleh Pengadilan Tinggi Pontianak. "Pada saat proses ditingkat kasasi sesuai putusan MA, akhirnya MA mengabulkan Kasasi JPU terhadap 3 terdakwa, dan memperberat hukuman pidananya menjadi pidana penjara 5 tahun kepada Wan Mansor, 4 tahun kepada M. Mauludin dan M. Arifin 4 tahun," ujarnya.

Selain itu kata Ricki, MA mengabulkan permohonan terkait UP. "Jadi dari pidana hukuman bertambah dan kasasi uang pengganti dikabulkan," ucapnya.

Untuk terpidana atas nama Mauluddin, sesuai putusan Nomor 2870K/PID.SUS/2018 diputus 9 Januari 2019.

"Mauludin terbukti secara bersama - sama melakukan tindak pidana korupsi, dimana pada tingkat kasasi dia diputus 4 tahun dan denda perkara 27 juta sekian dikurangi dengan honor yang telah disediakan pada tahap penyidikan," jelasnya.

Baca: Nikmati Menu Sehat Sate Kampung Tasty Terrace Pontianak  

Baca: Ini Penjelasan Menteri Pariwisata Soal Festival Cross Border Aruk yang Digelar 23-24 Februari 2019

Sedangkan Mauluddin sendiri kata Ricki, sudah membayar uang perkara dan uang pengganti kerugian negara oleh pihak keluarganya. "Kalau untuk terdakwa Arifin berdasarkan putusan kasasi dari MA Nomor 2860K/PIDSUS/2018, pada 7 Januari 2019, terpidana M. Arifin, hakim MA juga mengabulkan permohonan jaksa penuntut umum Kejari Kapuas Hulu," ucapnya.

Pada intinya kata Ricki, terpidana M. Arifin dituntut hukuman penjara 5 tahun denda Rp200 subsider 6 bulan, kemudian denda tambahan Rp27.830 juta, dan dikurangi honor yang telah dibayar dalam proses penyidikan.

"Terkait putusan tersebut jaksa akan melaksanakan putusan itu, karena sudah berkekuatan hukum tetap," ucapnya.

Sambung Ricki, pada perkara tingkat pertama di PN Tipikor Pontianak, M. Arifin dituntut 1.6 tahun, kemudian diputus 1 tahun. "Kemudian jaksa melakukan banding terhadap uang pengganti yang tidak dikabulkan oleh majelis hakim PN Pontianak," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved