Mahasiswa Untan Terbang ke Macau, Berkat Sampah Organik

Reno Pati berhasil meraih juara dua Global Student Enterprenuer Award .......................

Mahasiswa Untan Terbang ke Macau, Berkat Sampah Organik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MAUDY ASRI GITA UTAMI
Reno Pati berhasil meraih juara dua Global Student Enterprenuer Award 

Mahasiswa Untan Terbang ke Macau, Berkat Sampah Organik

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seorang mahasiswa semester akhir Fakultas Pertanian Program Studi Ilmu Tanah, Reno Pati berhasil meraih juara dua Global Student Enterprenuer Award yang diadakan oleh Enterpreneur Organization di Malang.

Reno mengatakan bahwa Enterpreneur Organization yaitu Kompetisi Wirausaha Dunia khusus mahasiswa yang belum menyelesai kuliah yang diadakan di 100 Negara.

"Global Student Enterprenuer Award ini adalah semua mahasiswa yang memiliki bisnis yang masih kuliah itu ikut berkompetisi, dan bertanding dari seluruh penjuru di Indonesia yang nantinya pemenang akan berkesempatan untuk ikut kompetisi kelas dunia di Macau," ujarnya, Kamis (21/2/2019).

Lanjutnya, sebagai pemenang juara dua Reno akan tetap ikut melaksanakan kompetisi di kelas dunia dari seluruh penjuru di 100 negara.

Baca: Prabowo Minta Emak-emak Jaga TPS dan Foto Formulir C1 Sambil Bawa Lontong

Baca: Polsek Belitang Terus Imbau Masyarakat Agar Menjaga Kamtibmas Jelang Pemilu

Baca: Kasdim Didampingi Danramil dan Pasilog Tinjau Pelaksanaan Pra TMMD di Desa Sebungkuh

Sebagai motivasi awal, Reno yang berstatus mahasiswa merasa empati dengan melihat banyaknya sampah yang ada di Kota Pontianak dengan mencari solusi bagaimana mengembangkan unit usaha yang bisa bermanfaat dari pengelolaan sampah organik.

"Saya punya ide dengan beberapa teman, melihat itu saya ingin mengelola sampah dan mencari solusinya, maka terciptalah Rumah Uppo yang didirikan pada 10 Desember 2016 dan saat ini sudah banyak sampah organik yang kita olah menjadi kompos dan kita manfaatkan kepada masyarakat bagaimana caranya menggunakan alat yang sudah saya temukan untuk diolah sendiri," paparnya.

Dengan juara yang didapatkannya, ia mengembangkan usahanya dan mencari motivasi baru bagaimana untuk mengolah sampah non organik agar bisa lagi dikembangkan dan menjadi unit usaha yang bermanfaat.

"Secara nasional kompetisi yang lalu itu sekalian memperkenalkan kepada suluruh masyarakat di Indonesia bahwa kita pasti bisa mengolah sampah sendiri terutama kepada ibu-ibu yang suka bercocok tanam baik itu tanaman sayur ataupun tanaman hias," sebutnya.

Selain itu, ia mengatakan dengan menangnya dia dipajang kompetisi Global Student Enterprenuer Award, ia akan berkesempatan belajar tentang manajemen bisnis dan berjejaring dengan berbagi pengusaha muda di seluruh dunia.

Reno Pati yang berasal dari Sekadau mengaku bahwa didirikan nya rumah UPPO merupakan bentuk pelestarian lingkungan dimana sampah yang ada bisa dikelola untuk menjadi hal yang bermanfaat dan juga bisa menguntungkan melalui proses dan alat yang ia buat sendiri.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved