Handanu Sampaikan Angka Stunting di Pontianak Terbaik di Kalbar

Persatuan Ahli Gizi dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak menyelenggarakam seminar gizi dan kesehatan dalam rangka hari gizi nasional ke 59

Handanu Sampaikan Angka Stunting di Pontianak Terbaik di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Suasana seminar gizi dan kesehatan yang diselenggarakan Persatuan Ahli Gizi Pontianak dan Dinas Kesehatan Pontianak, di Hotel Kapuas Palace, Kamis (21/2/2019). 

Handanu Sampaikan Angka Stunting di Pontianak Terbaik di Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Persatuan Ahli Gizi dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak menyelenggarakam seminar gizi dan kesehatan dalam rangka hari gizi nasional ke 59.

Kegiatan dilangsungkan di Aula Hotel Kapuas Palace Pontianak, Jalan Budi Karya Ponianak, Kamis (21/2/2019).

Seminar ini menghadirkan pembicara dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yaitu Direktur Gizi Masyarakat, Ir Dody Izwardy, MA. Selain itu dihadirkan pula Konsultan ASI, dr. Ndung Sri Durjati MSc. PhD, IBLCLC, SpGK.

Baca: BREAKING NEWS - Rahmad Satria Laporkan Wagub Ria Norsan ke Bawaslu, Tuding Tak Izin Cuti Kampanye

Baca: Hanya Butuh 10 Menit, Nyeri Punggung Anda akan Hilang dengan 8 Cara Ini!

Baca: Dua TKW Diculik di Malaysia, Pihak Keluarga Minta Bantuan Pengacara dan Calon Presiden

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pontianak, Multi Juto Batarendro mewakili Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono membuka seminar tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menjelaskan kgiatan yang diselenggarakan bertujuan untuk mengedukasi para masyarakat, tokoh masyarakat, kader kesehatan tentang pemenuhan gizi yang satu diantaranya mengenai  stunting dan  kaitannya dengan peran masyarakat dalam mencegah stunting.

"Perlu diketahui bersama, bahwa stunting ini apabila  hanya diserahkan pada sektor kesehatan saja, maka tidak akan banyak mengalami kemajuan," ucap Kepala Dinas Kesehatan  Kota Pontianak, Sidiq Handanu, Kamis (21/2/2019).

Handanu menyebutkan sektor kesehatan hanya mampu menurunkan atau memberikan intervensi sebesar 30 persen saja, sedangkan 70 persen lainnya dari sektor lain.

Kaitan dengan gizi, sangat diperlukam peran lintas sektor dan organisasi sosial maupun organisasi pemerintah untuk melakukan intervensi.

Saat ini berdasarkan data yang ada, Handanu sampaikan memang Pontianak masih menjadi yang terbaik dalam penekanan angka stunting di Kalimantan Barat.

"Stunting ini kita klasifisikan menjadi dua, untuk stunting dibawah 2 tahun sudah mencapai angka standar dengan kisaran 19 persen," ucap Handanu.

Baca: Link Live Stream Arema FC Vs Persib Bandung: Persib Tanpa Beban, Tekanan Aremania Bukan Masalah

Baca: Kapolda Didi Haryono Pimpin Sertijab 2 Jabatan Direktur Polda Kalbar

Baca: Ditpolairud Polda Kalbar Bersama Komunitas dan Instansi Gelar Aksi Hari Peduli Sampah Nasional 2019

Dengam angka demikian, menunjukan bahwa pelayanan kesehatan pada anak remaja, ibu hamil sampai ibu menyusui ada prestasi yang baik.

Tapi persoalannya yang ada saat ini disampaikannya ketika menginjak usia 2-5 tahun anak sudah dikenalkan dengan makanan dewasa, angka stunting di Pontianak berada di 28 persen.

"Data itu membuktikan bahwa, ketika anak itu diberikan makanan, disini mungkin ada persoalan prilaku keluarga yang belum memberikan makanan yang sesuai gizi yang dibutuhkan," tambahnya.

Faktor kedua adalah, ketika anak diatas dua tahun masyarakat tidak lagi membawa anaknya di posyandu. 

Mereka merasa imunisainya sudah cukup dan tidak lagi membawanya, padahal dijelaskan Kadis Kesehatan Pontianak, seharusnya anak sampai usia 5 tahun setiap bulan harus dipantau berat dan tinggi badannya.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved