Rozi Pararozi Ingatkan Muda-Jiwo Punya Tugas Berat di Kubu Raya, Ini Yang Harus Dibenahi

Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya juga harus memiliki perhatian serius terhadap kualitas pendidikan dan kesehatan

Rozi Pararozi Ingatkan Muda-Jiwo Punya Tugas Berat di Kubu Raya, Ini Yang Harus Dibenahi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Departemen Kepemudaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FISIP Cabang Pontianak,Rozi Pararozi. 

Rozi Pararozi Ingatkan Muda-Jiwo Punya Tugas Berat di Kubu Raya, Ini Yang Harus Dibenahi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tampuk kekuasaan Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya telah berganti. Muda Mahendrawan dan Sujiwo resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya Periode 2019-2024 oleh Gubernur Kalimantan Barat H Sutarmidji di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (17/2/2019).

Departemen Kepemudaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FISIP Cabang Pontianak, Rozi Pararozi mengatakan pelantikan yang digelar tersebut memberikan wajah baru terhadap pengelolaan roda pemerintahan di Kabupaten Kubu Raya agar semakin lebih baik untuk lima tahun ke depan.

“Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya yang baru saja dilantik ini memiliki tugas dan tanggungjawab yang amat berat terutama dalam bidang tata kelola pemerintahan,” ungkapnya kepada tribunpontianak.co.id, Rabu (20/2/2019).

Baca: VIDEO: Bupati Sambas Tinjau Gudang dan Logistik Pemilu

Baca: VIDEO: Penjelasan Tim Inafis Terkait Hasil Olah TKP Mayat di Purnama

Proses reformasi birokrasi yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya harus dapat dijalankan secara professional, transparan serta akuntabel guna mendorong terciptanya good government dan clean government. 

Selain di bidang tata kelola pemerintahan, tugas berat lainnya juga sudah menanti pasangan Bupati dan Wakil Bupati dengan perolehan suara terbanyak se-Indonesia pada Pilkada 2018 lalu ini.

“Seperti di bidang infrastruktur, pertanian, pendidikan dan kesehatan. Keempat bidang tersebut merupakan permasalahan mendasar yang ada di Kabupaten Kubu Raya saat ini,” imbuhnya.

Rozi sapaannya menimpali dibutuhkan langkah-langkah konkrit dalam memperbaiki segala permasalahan yang ada, seperti infrastruktur harus lebih ditingkatkan serta adanya pemerataan pembangunan agar tidak memunculkan kecemburuan sosial bagi masyarakat terutama di wilayah-wilayah terisolir dan pesisir yang saat ini masih belum banyak disentuh oleh Pemerintah Daerah.

“Di bidang pertanian harus lebih ditingkatkan dan para petani harus diberdayakan melalui kelompok tani (Poktan) ataupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Karena pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian baik di daerah mapun nasional,” jelasnya.  

Halaman
12
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved