Cap Go Meh

Lelang Pada Puncak CGM di Singkawang Berlangsung Seru dan Menarik, Ada Barang Laku Ratusan Juta

Puncak Perayaan Cap Go Meh di Singkawang memiliki berbagai rangkaian kegiatan, setelah di gelar Parade Tatung yang menjadi Ikon utama Cap Go Meh

Lelang Pada Puncak CGM di Singkawang Berlangsung Seru dan Menarik, Ada Barang Laku Ratusan Juta
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Suasana Lelang di Puncak Perayaan Cantik Go Meh Singkawang. Selasa (19/2/2019) 

Lelang Pada Puncak CGM di Singkawang Berlangsung Seru dan Menarik, Ada Barang Laku Ratusan Juta

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Puncak Perayaan Cap Go Meh di Singkawang memiliki berbagai rangkaian kegiatan, setelah di gelar Parade Tatung yang menjadi Ikon utama Cap Go Meh, di malam harinya di laksanakan Acra Lelang.

Lelang ini sendiri di laksanakan di salah satu Blok Pusat Kota Singkawang yang tak jauh dari lokasi Vihara Tri Darma Bumi Raya Kota Singkawang.

Pada Pelelangan ini, Panitia melelang berbagai macam barang.

Perhiasan, Patung, miniatur, buah - buahan, minuman, dan berbagai benda lainnya.

Baca: Syahrini & Reino Barack Dikabarkan akan Menikah, Jawaban Luna Maya Malah Seperti Ini

Baca: Bupati Sambas Serahkan Dana Dipa Kepada Seluruh OPD, Pesannya Jadi Hal Penting

Baca: BMKG Prakirakan Kayong Utara Hujan Sedang Siang Ini

Pelaksanaan lelang ini sendiri berlangsung menarik dan seru banyak wisatawan dan warga Singkawang yang saling berlomba - lomba untuk mendapatkan barang yang menarik untuk bagi mereka.

Pada kegiatan puncak Cap Go Meh
Pada kegiatan puncak Cap Go Meh (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO)

Tak perduli dengan persaingan harga yang lain, para peserta lelang yang hadir berani terus menaikan harga demi mendapatkan barang yang mereka inginkan.

Dari pantauan Tribun bahkan terdapat buah Jeruk Bali yang laku dengan harga ratusan Ribu Rupiah.

Dan terdapat sebuah Kalung Emas dengan liontin yang indah, laku dangan harga di atas 50 juta rupiah.

Cung Ket Sang alias Yoni Tjong selaku ketua altar dan lelang mengatakan bahwa pelelangan ini juga merupakan tradisi budaya dari masyarakat Tionghoa yang sudah di laksanakan turun temurun.

"Peserta lelang ini berasal dari se-nusantara, karena kita banyak turis. Lelang ini sendiri sudah tradisi turun - temurun, setiap tahun kita laksanakan,"tuturnya saat di temui Tribun. Selasa (19/2/2019).

Ia mengungkapkan, pada setiap pelelangan ada sesuatu yang spesial, dan di malam ini, pihaknya mendapatkan sumbangan sebuah perhiasan dari Yayasan Setia Negara di Jakarta yakni berupa Liontin Emas murni, dan ia meyakinkan liontin tersebut merupakan benda yang langka karena tidak ada dipasaran.

"Boleh di bilang itu susah didapat, karena itu khusus dari yayasan, di pasaran gak ada,"jelasnya.

Untuk di tahun lalu sendiri, ia mengungkapkan bahwa terdapat sebuah barang yang di jual dengan harga yang paling tinggi mencapai lebih dari 200 juta rupiah, yakni berupa emas murni.

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved