DPRD Minta Pemda Sigap Tangani Pasca Banjir di Landak

Anggota DPRD Landak Yanto Mardino meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Landak untuk sigap dalam penanganan pasca bencana banjir

DPRD Minta Pemda Sigap Tangani Pasca Banjir di Landak
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota DPRD Landak Yanto Mardino 

DPRD Minta Pemda Sigap Tangani Pasca Banjir di Landak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Anggota DPRD Landak Yanto Mardino meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Landak untuk sigap dalam penanganan pasca bencana banjir yang sempat terjadi di tiga Kecamatan selama empat hari kemarin.

Seperti diketahui bersama, banjir sempat melanda tiga Kecamatan yakni Air Besar, Kuala Behe, dan Ngabang. Dimana untuk Kecamatan Ngabang sempat ada 28 KK yang harus diungsikan ke Posko Penampungan yang disiapkan Pemda.

Banjir yang melanda sejak Jumat (15/2/2019) kemarin, mulai surat secara perlahan pada Selasa (19/2/2019). Namun hingga Rabu (20/2/2019), banjir masih belum surut total, dan pengungsi juga masih ada di Posko penampungan di Koramil 11 Ngabang.

Baca: Dihari Ketiga Menjalankan Tugasnya, PH Launching Pembacaan Meter Air Pelanggan PDAM Berbasis Andorid

Baca: Pengunjung Tertarik Promo Pertamina di Stan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang

Baca: Pontianak Miliki 10 Armada Bus Trans Pontianak, Layani Rute Terminal Ambawang ke Dalam Kota

"Pemda dalam hal ini SKPD yang menanggani seperti BPBD, Dinkes, Dinsos harus sigap dan berkoordinasi bersama-sama penanganannya," ujar Yanto di Ngabang kepada Tribun pada Rabu (20/2/2019).

Dikatakan politisi PDIP ini, karena setelah banjir terjadi, biasanya ada dampak yang timbul. "Seperti penyakit-penyakit kulit, atau penyakit fatal, terutama di lokasi pasca banjir. Jadi harus segera dipikirkan penangganannya itu," terang Yanto.

Sehingga harus serius, dan jangan hanya penanganan saat banjir saja.

"Supaya kesehatan masyarakat itu terjamin, dan aktifitas berjalan dengan baik. Saya pikir itu harus ada koordinasi serius antar SKPD," harapnya.

Kemudian, pasti ada dampak lain yang dirugikan setelah banjir itu. Misalnya ada rumah yang roboh, itu juga tanggungjawab Pemerintah. "Karena kita di sini ada dinas PUPR, segera juga mereka turun ke lapangan melihat hal itu," ungkapnya.

Kalau memang rumahnya karena banjir itu sangat memprihatinkan, ya itulah tugas sebagai Pemerintah. "Serta masyarat lain juga bisa dapat berpartisipasi membantu saudara kita yang terkena musibah itu," bebernya.

Begitu juga fasilitas-fasilitas umum lainnya, seperti air bersih atau sekolah-srkolah. "Karena bagaimana pun juga pasca banjir ini biasanya banyak yang rusak. Karena itu menyangkut aspek kehidupan orang banyak," tutupnya (alf).

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved