Prof James T Collins Kupas Penelitian Borneo di Acara Lokakarya FUAD IAIN Pontianak

Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak bekerja sama dengan Institut Alam dan Tamadun Melayu Universiti Kebangsaan Malaysia

Prof James T Collins Kupas Penelitian Borneo di Acara Lokakarya FUAD IAIN Pontianak
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto bersama usai berdiskusi. 

Citizen Reporter
Mahasiswa IAIN Pontianak
Siti Maulida

Prof James T Collins Kupas Penelitian Borneo di Acara Lokakarya FUAD IAIN Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak bekerja sama dengan Institut Alam dan Tamadun Melayu Universiti Kebangsaan Malaysia dalam melaksanakan penelitian tentang Liborneo.

Prof. Dr James T. Collins.MA sambangi IAIN Pontianak dalam rangka Lokakarya dengan tema Penelitian Borneo, Senin (18/2/ 2019).

Acara ini dihadiri oleh jajaran Dosen Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, dan dibuka dengan doa oleh Bapak Fahmi, sekaligus moderator dalam kajian penelitian Borneo ini. Selain dosen dan jajarannya acara ini juga dihadiri anggota club menulis IAIN Pontianak sebagai media pengetahuan yang baru dan sumber rujukan penelitian.

Baca: Diskes Kalbar Pantau Update Situasi Banjir di Landak

Baca: UPDATE Hasil Liga Italia, AS Roma Menang dan Jaga Jarak dengan AC Milan

Baca: RAMALAN ZODIAK Selasa (19/2), Gemini Jangan Terjebak Pertengkaran, Perubahan Besar di Tangan Pisces

Institut Agama Islam Negeri Pontianak mengharapakan kampus ini menjadi pusat literasi tentang Borneo terutama literasi terkait penelitian sosial, budaya, bahasa dan agama di Borneo.

Prof. Dr.James T Collins, M.A diawal pembicaraan mengatakan bahwa kekayaan bahasa, budaya, etnis dan keindahan sungai Borneo yang terbentang dari ujung ke ujung. Membuat banyak peneliti ilmuan orientalis datang ke Kalimantan Barat untuk meneliti.

Jurnal - jurnal serta hasil penelitian jaman dahulu tentang Borneo banyak dikemas dengan beragam bahasa, dan keberadaannya hanya ada di beberapa tempat.

Sejak tahun 1773 orang belanda diterima di Pontianak sejak saat itu hingga tahun 2007 dikupas tuntas oleh Prof. Dr. James T. coliins. MA perihal buku-buku tentang bahasa suatu suku di Kalimantan Barat, cerita rakyat yang diterbitkan di Belanda dan mendapatkan apresiasi cukup laris dan diminati oleh pembaca.

“Dari sekian banyak penelitian yang saya lakukan, bisa disimpulkan penggunaan bahasa ibu atau bahasa dari suku sendiri kini mulai punah. Sebab orangtua dan anak kini sudah lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia ketimbang bahasa suku sendiri” ujar professor dalam klimaks materi yang disampaikan.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved