Yuk! Kunjungi Pameran Seni Rupa di Kota Singkawang, Ada

Yuk! Kunjungi Pameran Seni Rupa di Kota Singkawang, Ada "The Soul of Happiness" Karya John Martono

Yuk! Kunjungi Pameran Seni Rupa di Kota Singkawang, Ada
ISTIMEWA/BERMUDA
Usai meresmikan pameran, Wakil Walikota Singkawang, Irwan, mendengarkan pemaparan seniman Singkawang, Chantal Novyanti yang membuat karya "Jelangkung Eco Print" dalam pameran bertajuk "Bermuda" (art & stories) di Gedung Informasi Pariwisata, Singkawang, Sabtu (16/02/2019). Pameran seni rupa kontemporer pertama di Singkawang ini menampilkan karya-karya seniman asal Singkawang, Pontianak, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Jatiwangi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Artspace Indonesia menggagas pameran seni rupa kontemporer pertama di Singkawang.

Beragam karya dari seniman Singkawang, Pontianak, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Jatiwangi bisa dinikmati di Gedung Pusat Informasi Pariwisata (PIP), Singkawang.

Dalam pameran ini, kamu akan melihat bentuk-bentuk dan medium seni yang lebih beragam yang dikerjakan oleh seniman-seniman Indonesia.

Frino Bariarcianur, satu di antara kurator pemaran seni rupa kontemporer ini mengatakan, seni rupa kontemporer Indonesia di kota besar punya sejarah panjang dan penuh dinamika.

Baca: Pameran BERMUDA Geliat Seni Rupa Kontemporer Indonesia di Kota Singkawang

Baca: Tak Hanya Pria, Wanita Cantik dan Imut Jadi Tatung Ditandu Dengan Benda Tajam

Baca: Tatung Berbaju Perang jadi Serbuan Wisatawan di Singkawang

Baca: Cari Tempat Makan Siang Ala Luar Negeri ? DO & ME Resto Pilihan yang Tepat

Dan di Singkawang, pameran Bermuda ini merupakan langkah awal pengembangan seni rupa kontemporer.

"Harus kami akui, dalam peta seni rupa kontemporer Indonesia, kota Singkawang bukanlah apa-apa," katanya, Senin (18/2/2019).

"Untungnya posisi Singkawang yang dekat dengan perbatasan dengan negara-negara tetangga, memungkinkan kota ini menjadi etalase karya seni rupa kontemporer Indonesia. Etalase ini kami sebut sebagai rumah kecil," ungkap Frino.

Kuncinya menurut Frino, tentu saja dengan membangun ekosistem seni rupa seperti penyelenggaraan pameran dan festival, diskusi antar komunitas seni, dan penulisan serta pendokumentasian tentang seni rupa kontemporer di media sosial dan media massa di Singkawang.

Pengunjung mencermati instalasi seni karya seniman asal Bandung, Deni
Pengunjung mencermati instalasi seni karya seniman asal Bandung, Deni "Ackay" Ramdani "0 Degree" dalam pameran bertajuk "Bermuda" (art & stories) di Gedung Informasi Pariwisata, Singkawang, Minggu (17/02/2019). Pameran seni rupa kontemporer pertama di Singkawang ini menampilkan karya-karya seniman asal Singkawang, Pontianak, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Jatiwangi. (ISTIMEWA/BERMUDA)

Argus FS menambahkan, keterlibatan seniman dari luar Singkawang merupakan upaya provokasi estetik serta dialog seni rupa kontemporer berbasis pengembangan medium atau material, dengan pengetahuan seni yang jadi penyertanya kepada publik dan seniman di Singkawang.

Lebih lanjut Argus menyatakan kontribusi pemerintah, pengusaha yang konsen terhadap perkembangan seni rupa yang jadi simbol peradaban masyarakatnya yang maju jelas dibutuhkan untuk menopang praktik seni rupa kontemporer di kota Singkawang.

Halaman
12
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved