Yasonna: Membangun Infrastruktur untuk Menghidupkan Perekonomian Daerah

Kota Singkawang dikenal dengan potensi pariwisata yang besar. Namun untuk datang ke sini membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Yasonna: Membangun Infrastruktur untuk Menghidupkan Perekonomian Daerah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi melakukan pencanangan bandar udara (bandara) baru Kota Singkawang di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, Senin (18/2/2019). Tampak hadir dalam Pencanangan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Wakil Wali Kota Singkawang Irwan, para pengusaha dari Jakarta dan masyarakat Kota Singkawang.  

Yasonna: Membangun Infrastruktur untuk Menghidupkan Perekonomian Daerah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi melakukan pencanangan bandar udara (bandara) baru Kota Singkawang di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, Senin (18/2/2019).

Pencanangan dilakukan dengan menekan tombol sirene. Tampak hadir dalam Pencanangan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Wakil Wali Kota Singkawang Irwan, para pengusaha dari Jakarta dan masyarakat Kota Singkawang.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly mengatakan sudah tepat apa yang disampaikan Menteri Perhubungan pemerintah harus membangun infrastruktur atas perintah presiden.

"Membangun infrastruktur untuk menghidupkan perekonomian daerah," katanya.

Kota Singkawang dikenal dengan potensi pariwisata yang besar. Namun untuk datang ke sini membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Baca: VIDEO: Kapolres Beri Reward Pada Personel Berprestasi di Polres Mempawah

Baca: Ledakan Diduga Petasan dekat GBK, Polda Metro Jaya Sudah Periksa Lebih 10 Saksi

Ia sendiri sudah merasakan kemarin. Bila terjadi sesuatu di Kota Pontianak, yang harusnya berangkat ke Jakarta pukul 08.00 tertunda menjadi pukul 15.00 wib.

Kalau ini segera selesai proses pembangunannya, dapat menjadi bandara alternatif. Semua ini adalah untuk konektivitas.

Bila sekarang pemerintahan membangun infrastruktur, maka multiplayer efeknya akan terjadi. Harga menjadi lebih murah, subsidi BBM menjadi lebih rendah karena kemacetan bisa teratasi dengan baik.

"Saya datang kemari untuk mendorong," ungkapnya. 
 

-- 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved