Breaking News:

Cap Go Meh

Tatung Berbaju Perang jadi Serbuan Wisatawan di Singkawang

Satu di antaranya adalah keindahan pakaian yang di gunakan para Tatung ini. Pakaian yang digunakan para Tatung sangatlah beragam.

Penulis: Ferryanto | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Rivaldo (23) Tatung yang berpakaian Baju Perang saat berfoto dengan para wisatawan. 

Tatung Berbaju Perang jadi Serbuan Wisatawan di Singkawang

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG- ParadeTatung menjadi Daya Tarik tersendiri bagi kota Singkawang.

Banyak wisatawan dari luar kota Singkawang rela menempuh jarak ratusan kilometer bahkan rela menyebrang lautan untuk melihat budaya masyarakat Tionghoa ini.

Masyarakat kebanyakan mungkin mengenal Parade Tatung penuh aksi yang menguji Adrenalin, namun sejatinya parade Tatung penuh juga dengan keindahan seni.

Satu di antaranya adalah keindahan pakaian yang di gunakan para Tatung ini. Pakaian yang digunakan para Tatung sangatlah beragam.

Baca: Ketua DPD Partai PAN Ketapang, Minta H Syamsumin Bekerja Maksimal

Baca: Pawai Lampion Mempawah Akan Dimeriahkan Mobil Hias

Dari yang terlihat simpel, yang hanya dengan menggunakan pakaian kain biasa, sampai yang mengenakan pakaian baju Zirah Perang Khas kerajaan tempo dulu lengkap dengan helm dan berbagai senjata perang klasik.

Bila kalian ada di Antara keramaian Tatung ini, kalian akan merasa seperti kembali ke tempo dulu dikala jaman kerajaan, seperti di film - film cina kerajaan.

Masyarakat pun pada moment ini tampak dengan antusias ingin berfoto, mengabadikan moment Cap Go Meh dengan berfoto dengan para Tatung yang mengenakan baju zirah / perang kuno.

Seperti halnya Rivaldo (23) yang mendapat anugrah menjadi Tatung sejak umur 13 tahun, ia mengenakan pakaian zirah / perang berwarna merah dengan bagian dada hingga perutnya berwarna emas, yang mana di bagian depan pakaiannya ini membentuk seperti sisik naga, yang mana ini terbuat dari bahan logam.

Pria dengan tinggi sekitar 170 cm itu pun tampak gagah mengenakan baju Zirah itu yang lengkap dengan helm pelindungnya.

Wisatawan pun terlihat banyak sekali yang antusias untuk berfoto dengannya.

Satu di antara Wisatawan asal kota Pontianak bernama Meli pun mengaku terkesan dengan parade Tatung, terlebih dengan Tatung yang mengenakan pakaian Zirah / Perang.

"Bagus aja, keren bajunya, kayak di film - film jaman dulu, kalau bulan di Cap Go Meh kita kan juga ga bisa dapat foto kayak gini, ini moment langka,"katanya. Senin (18/2/2019).

Ia mengaku setiap tahun selalu datang ke kota Singkawang untuk menyaksikan parade Tatung, dan pada moment cuci jalan adalah moment dimana ia merasa dapat dengan mudah berfoto dengan para Tatung.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved