Panin Sekuritas Cabang Pontianak Gelar Seminar Market Outlook 2019

Kekhawatiran dalam negeri masih terkait ketidakpastian akan pemilihan umum, pelemahan nilai tukar rupiah

Panin Sekuritas Cabang Pontianak Gelar Seminar Market Outlook 2019 - branch-manager-panin-sekuritas-pontianak-therian-perry-memandu-acara-sabtu-1622019.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Branch Manager Panin Sekuritas Pontianak, Therian Perry memandu acara seminar, Sabtu (16/2/2019)
Panin Sekuritas Cabang Pontianak Gelar Seminar Market Outlook 2019 - head-of-research-panin-sekuritas-nico-laurens-menjadi-narasumber-sabtu-1622019.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Head of Research Panin Sekuritas, Nico Laurens saat menjadi narasumber

Panin Sekuritas Cabang Pontianak Gelar Seminar Market Outlook 2019 , Therian Perry

Citizen Reporter Branch Manager Panin Sekuritas Pontianak, Therian Perry

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Panin Sekuritas Cabang Pontianak menggelar seminar dengan tema Market Outlook 2019, di Hotel Golden Tulip, Jalan Teuku Umar Nomor 39, Kota Pontianak, Sabtu (16/2/2019).

Mengangkat tema staying calm in a sea of uncertainty atau tetap tenang di lautan ketidakpastian menghadirkan narasumber Head of Research Panin Sekuritas, Nico Laurens.

Acara ini diikuti lebih kurang 100 peserta ini, dihadiri kalangan investor, mahasiswa, dan masyarakat umum. Branch Manager Panin Sekuritas Pontianak, Therian Perry yang memandu seminar mengatakan bahwa tujuan seminar ini adalah bentuk apresiasi kepada masyarakat Kalbar.

Baca: Bupati Citra Sebut Ada Investor Siap Tanamkan Modal di Sektor Pariwisata, Namun Ini Syaratnya

Baca: Ikut Festival Cap Go Meh 2019, Jipo Berharap Festival Berjalan Aman dan Meriah

Melalui seminar yang digelar rutin ini ia berharap nasabah yang ingin mendapatkan informasi investasi di Pasar Modal pada tahun 2019 bisa lebih memahami pasar.

Dalam kesempatan yang sama, Head of Research Panin Sekuritas, Nico Laurens mengatakan pertumbuhan melambat di perekonomian global, pengetatan suku bunga serta ketidakpastian yang tinggi terkait perang dagang.

Baca: Tak Hanya Pria, Wanita Cantik dan Imut Jadi Tatung Ditandu Dengan Benda Tajam

Baca: VIDEO: Live Streaming & Hasil Persib Bandung Vs Arema FC, Babak 16 Besar Piala Indonesia

Estimasi pertumbuhan yang lebih rendah di US (United States), sehingga turunnya probabilitas kenaikan Fed rate, menjadi katalis positif untuk emerging market.

"Kekhawatiran dalam negeri masih terkait ketidakpastian akan pemilihan umum, pelemahan nilai tukar rupiah serta melebarkan defisit neraca berjalan. Sektor pilihan consumer-related, telkomunikasi dan infrastruktur," ucap Nico.

Penulis: Maskartini
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved