Bupati Sintang Sampaikan Poin Penting ke Menhub Budi Karya Terkait Bandara Tebelian

Karena di Jogja ini banyak anak-anak kita yang kuliah di sana. Kemudian dari Pontianak-Jogja itukan pesawatnya susah

Bupati Sintang Sampaikan Poin Penting ke Menhub Budi Karya Terkait Bandara Tebelian
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Wahidin
Bupati Sintang Jarot Winarno menyambut langsung kedatangan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beserta rombongan yang akan melakukan peninjauan di Bandara Tebelian Sintang, Senin (18/2/2019) pukul 15.00 WIB. (Tribun Pontianak/Wahidin) 

Bupati Sintang Sampaikan Poin Penting ke Menhub Budi Karya Terkait Bandara Tebelian

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Bupati Sintang Jarot Winarno menyambut langsung kedatangan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beserta rombongan yang akan melakukan peninjauan di Bandara Tebelian Sintang, Senin (18/2/2019) pukul 15.00 WIB.

Terkait Bandara Tebelian yang pernah digadang-gadang menjadi bandara internasional ini, Jarot mengatakan saat ini memang panjang landasan pacu (Runway-Red) masih statis di panjang posisi 1820 meter dan lebar 30 meter.

"Tahun ini akan masuk overlay landasan pacunya supaya bisa C30 lah minimal, jadi aman untuk ATR-72. Tadi Pak Menteri dan ibu Dirjen saya bilang karena kita clear dan clean tanahnya sampai tiga ribuan, jadu paling tidak runwaynya bisa dinaikkan menjadi panjang 2200," katanya.

Baca: Foto-foto Menteri Perhubungan RI Saat Menghadiri Pencanangan Pembangunan Bandara Singkawang

Baca: Tinjau Bandara Tebelian Sintang, Ini Penegasan Menteri Perhubungan RI

Baca: Dua Tatung Meriahkan Cap Go Meh Di Sanggau, Ini Ajakan Dikbud Sanggau

Baca: Wali Kota Singkawang Targetkan Pembangunan Bandara Selesai 2022

Selain itu, Jarot juga telah menyampaikan ke Dirjen Perhubungan Udara Polana Pramesti yang kebetulan mendampingi Menteri Perhubungan agar untuk konektivitas rute penerbangan Sintang- Yogyakarta bisa dibuka.

"Karena di Jogja ini banyak anak-anak kita yang kuliah di sana. Kemudian dari Pontianak-Jogja itukan pesawatnya susah, udah gitu juga mahal ya. Namanya Bu Dirjen iya-iya sajalah, mudah-mudahan ditanggapi," katanya.

Kemudian kaitannya dengan jalan masuk bandara yang tanahnya masih menjadi aset Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, menurutnya memang pada prinsipnya harus dihibahkan ke pemerintah pusat.

"Jadi inilah yang sedang dibahas, bagusnya dihibahkan ke Dapartemen Perhubungan karena satu dengan bandara atau ke Kementerian PUPR karena akses untuk kawasan strategis boleh ke PUPR. Nanti kami matangkan dululah, tahun ini bisa, tetapi saya minta balikan dulu lahan di bandara lama," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved