Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Sebut Pembangunan Infrastruktur Jokowi Belum Tepat Sasaran

Sekretaris Badan Pemenangan Prabowo-Sandi, M. Rizal menilai jika pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi

Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Sebut Pembangunan Infrastruktur Jokowi Belum Tepat Sasaran
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Pekerja melakukan pengaspalan jalan di Tugu NKRI Desa Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu (6/10/2018) sore. Wakil Bupati Sambas, Hairiah mengatakan Presiden Joko WIdodo menargetkan bahwa ada produk khusus di daerah perbatasan sehingga dengan kegiatan pembangunan infrastruktur diharapkan timbul potensi-potensi sumber daya alam yang dapat dikelola. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Sebut Pembangunan Infrastruktur Jokowi Belum Tepat Sasaran

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sekretaris Badan Pemenangan Prabowo-Sandi, M. Rizal menilai jika pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi dipemerintahnnya sekarang belum tepat sasaran.

Ia juga menyayangkan, karena alokasi anggaran yang difokuskan pada pembangunan infrastruktur, berasal dari hutang luar negeri.

Lebih lanjut, M Rizal juga mengkritisi langkah pemerintah saat ini menggelontorkan dana cukup besar untuk membangun infrastruktur jalan.

Baca: Jelang Debat Kedua, TKD Jokowi KH Maruf Klaim Pembangunan Infrastruktur Jokowi Telah Tepat

Baca: Agar Hasil Tani Melimpah, Bripka Tawani Ajar Petani Mengukur PH Tanah dan Air

Baca: Panitia Larang Bawa Atribut Partai di Pawai Tatung Festival Cap Go Meh Singkawang 2019

Hal ini karena, dinilainya pembangunan infrastruktur jalan seperti yang dilakukan di sepanjang perbatasan antar negara di provinsi Kalba, terkesan hanya untuk gagah-gagahan dan kurang tepat sasaran.

“Prioritas pembangunan masih keliru, tidak tepat sasaran. Sehingga dampak yang harusnya timbul dari pembangunan infrastruktur itu tidak terjadi, atau kurang seperti yang diharapkan. Ini akibat perencanaan yang terburu-buru atau kurang bagus perencanaannya,” katanya belum lama ini

Bappilu Gerindra Kalbar ini pun membandingkan kebutuhan pembangunan antara jalan di daerah perbatasan dengan jalan di kawasan pertanian.

Menurutnya, keputusan membangun jalan di daerah perbatasan antar negara, terkesan kurang efektif.

“Ditengah keterbatasan dana maka harus ada prioritas, mana yang lebih dulu akan dibangun. Misalnya, antara jalan paralel di perbatasan Sarawak dengan membangun jalan usaha tani, di kawasan pertanian. Inikan pilihan. Kalau untuk dilihat gagah-gahan ya kita bangun jalan paralel di perbatasan, karena nampak oleh umum. Tapi akibatnya jalan tersebut tidak dilewati orang, karena sepi,” tukasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved