Akses Jalan tidak Bisa Dilalui Ambulans, Pasien Terpaksa Ditandu Sejauh 5 KM

Pernah digigit anjing liar di bagian kaki sekitar 5 bulan yang lalu, tapi tidak langsung dibawa berobat

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Warga menandu pasien yang sakit untuk dibawa berobat, pasien terpaksa ditandu karena akses dari rumah pasien tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, Minggu (17/2/2019) 

Akses Jalan tidak Bisa Dilalui Ambulans, Pasien Terpaksa Ditandu Sejauh  5 KM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kondisi sangat miris harus dirasakan oleh Maxsimanita (40) warga Dusun Tanjung Melati Desa Lembah Beringin Kecamatan Nanga Mahap.

Karena sakit, dia terpaksa ditandu untuk dibawa ke puskesmas terdekat.

Pihak keluarga bersama warga setempat ikut membantu menandu pasien dengan membutuhkan perjalanan sekitar 1 jam atau sekitar 5 KM.

Keponakan pasien mengatakan, Riki (20) mengatakan pasien terpaksa ditandu karena tidak bisa dibawa dengan sepeda motor karena kondisi sakit yang sudah parah.

Baca: Pegiat Kerajinan Kalbar Sambut Baik Peresmian Dekranasda Singkawang

Baca: Kompleks Wisa Tabor Pusat Damai Dilanda Bajjir, Ini Harapan Ketua DPRD Sanggau

"Terpaksa ditandu karena sakitnya sudah parah tidak bisa dibawa lagi pake motor. Kalau untuk mobil kita tidak punya apalagi warga setempat. Ambulans juga tidak bisa masuk mencapai akses ke rumah kami," ujar Riki, Minggu (17/2/2019).

Riki juga mengatakan, bahwa 5 bulan yang lalu bibinya tersebut pernah digigit oleh anjing liar di bagian kakinya. Namun, tidak langsung dibawa ke berobat, karena lokasi rumah mereka tinggal jauh dari puskesmas terdekat.

"Pernah digigit anjing liar di bagian kaki sekitar 5 bulan yang lalu, tapi tidak langsung dibawa berobat. Sekarang sakitnya sudah semakin parah, kami juga belum tahu apa penyakit yang dialami oleh bibi saya," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, bibinya ditandu dari rumah sampai ke titik yang bisa dicapai oleh ambulan. Setelah menandu dari rumah sekitar 5 KM, ambulan sudah berada untuk menjemput pasien, dan langsung dibawa ke RSUD Sekadau.

"Jadi kami dengan keluarga lainnya menandu hingga sampai di tempat ambulan bisa masuk, setelah itu baru dibawa menggunakan ambulan untuk dirujuk ke RSUD Sekadau," tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved