Presiden Turki Erdogan Ungkap Masih Simpan Informasi Soal Kasus Pembunuhan Khashoggi

Kepolisian Turki awalnya menduga jenazah Khashoggi telah dimutilasi sebelum dilenyapkan menggunakan zat kimia

Presiden Turki Erdogan Ungkap Masih Simpan Informasi Soal Kasus Pembunuhan Khashoggi
(AFP / ALEJANDRO PAGNI)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat menghadiri pertemuan KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, Sabtu (1/12/2018). 

Presiden Turki Erdogan Ungkap Masih Simpan Informasi Soal Kasus Pembunuhan Khashoggi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut negaranya belum mengungkapkan seluruh informasi yang diperoleh dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

"Kami belum memberikan semua elemen yang kami miliki," kata Erdogan saat wawancara dengan saluran televisi A-Haber, Jumat (15/2/2019), seperti dikutip AFP.

Khashoggi, yang menulis untuk The Washington Post, kerap mengkritisi kebijakan pemerintah kerajaan Arab Saudi dan Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman.

Jurnalis itu dibunuh saat mengunjungi kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober tahun lalu dan jenazahnya hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

Baca: Foto-foto Persiapan Bupati Kubu Raya Terpilih Periode 2019-2024 Muda Mahendrawan Jelang Pelantikan

Sejumlah dugaan beredar mengenai keberadaan jenazah Khashoggi setelah dibunuh.

Kepolisian Turki awalnya menduga jenazah Khashoggi telah dimutilasi sebelum dilenyapkan menggunakan zat kimia sebelum dibuang ke saluran pembuangan.

Namun laporan terkini menyebut polisi Ankara percaya ada kemungkinan jenazah sang jurnalis telah dibakar habis.

Pendapat itu setelah melihat adanya tungku pembakaran yang cukup besar di konsulat Saudi, yang mampu mencapai suku di atas 1.000 derajat celsius yang akan membakar hingga tidak menyisakan DNA sekalipun.

Turki menyebut bahwa Khashoggi telah dibunuh oleh tim beranggotakan 15 warga Saudi dan Ankara telah berulang kali meminta kepada Riyadh untuk mengidentifikasi warga setempat yang diduga telah membantu menghilangkan jenazah sang jurnalis.

Halaman
12
Tags
Turki
Editor: Rihard Nelson Silaban
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved