Tegaskan Pencegahan Karhutla Lebih Tepat, Pangdam XII/Tanjungpura: Perlu Perencanaan Matang

Pangdam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Achmad Supriyadi menegaskan langkah pencegahan lebih tepat bila dibandingkan penanggulangan

Tegaskan Pencegahan Karhutla Lebih Tepat, Pangdam XII/Tanjungpura:  Perlu Perencanaan Matang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo foto bersama dengan Kepala BRG RI Nazir Fuad, Gubernur Kalbar H Sutarmidji, Wakil Gubernur Kalbar H Ria Norsan, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Kepala BPBD Kalbar TTA Nyarong dan jajaran usai rapat koordinasi (rakoor) pencegahan dan kesiapsiagaan bencana asap akibat karhutla, banjir, puting beliung dan tanah longsor (batingsor) dan konflik sosial Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019, di Grand Makhota Hotel Pontianak, Jumat (15/2/2019). 

Tegaskan Pencegahan Karhutla Lebih Tepat, Pangdam XII/TPR:  Perlu Perencanaan Matang

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Achmad Supriyadi menegaskan langkah pencegahan lebih tepat bila dibandingkan penanggulangan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Langkah pencegahan itu paling penting dan tepat untuk mengatasi karhutla di Kalbar. Pencegahan menjadi operasi utama,” ungkapnya saat rapat koordinasi (rakoor) pencegahan dan kesiapsiagaan bencana asap akibat karhutla, banjir, puting beliung dan tanah longsor (batingsor) dan konflik sosial Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019, di Grand Makhota Hotel Pontianak, Jumat (15/2/2019).  

Baca: Jenguk Ani Yudhoyono, Politisi Demokrat Kalbar Apresiasi Prabowo

Baca: Segera Disebar ke Diler, New PCX 150 Silver Tak Berubah Harga

Baca: Aktivis Protes Kebun Binatang Palestina yang Cabut Cakar Singa

Ia mengatakan dirinya membagi bencana ke dalam dua jenis. Pertama, bencana yang tidak bisa diprediksi oleh manusia karena tiba-tiba seperti tsunami, banjir dan bencana alam lainnya. Kedua, bencana yang bisa diprediksi oleh manusia.

“Karhutla termasuk bencana yang bisa diprediksi. Maka yang paling tepat adalah pencegahan, bukan penanggulangan. Jadi tidak perlu nunggu ada yang meninggal dunia baru bergerak, lalu kasus kebakaran massif dan luasannya banyak atau bahkan nunggu asap sudah terpapar ke negara tetangga,” terangnya.

Jenderal bintang dua itu menekankan langkah pencegahan karhutla harus didukung oleh perencanaan strategis.

Sebagai orang yang berprinsip 50 persen kesuksesan diawali oleh perencanaan awal yang matang, Pangdam mengatakan tanpa perencanaan yang baik maka jumlah titik api karhutla di Kalbar akan lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.

“Tanpa perencanaan matang, kita akan gagal mengatasi karhutla tahun 2019. Bahkan bisa saja lahan yang terbakar lebih luas dan banyak dari tahun-tahun lalu. Tentu kita tidak ingin itu terjadi. Kita harus me-manage perencanaan dengan baik. 2015, 2016, 2017 dan 2018 selalu ada karhutla. Kita tidak mau terulang tahun 2019,” katanya.

Baca: Bantal Anti Mendengkur Soundasleep Pillow, Produk Hebat dengan Perangkat Canggih

Baca: Edi Kamtono Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Baabul Khair Jalan Uray Bawadi

Baca: Calon PPNPNS, Amirudin: Penambahan Personel Staff di Lingkungan Bawaslu

Perlu konsep operasi efektif dan efisien melalui rencana aksi penanganan karhutla. Kodam XII/Tanjungpura, kata dia, sudah petakan daerah rawan karhutla di Kalbar. Selain itu, ia menekankan pentingnya sosialisasi dan pembinaan secara terus-menerus kepada masyarakat di Kalbar.

“Harus mengubah mindset dan kebiasaan masyarakat sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak bakar lahan. Saya yakin kalau yang membakar hutan atau lahan dibina dengan baik, maka mereka akan menjadi orang yang menjaga hutan masa mendatang,” imbuhnya.

“Untuk penanganan karhutla perlu sinergitas dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat,” tandasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved