Selama 2 Hari, Puluhan Prajurit TNI AU di Lanud Supadio Gelar Latihan Survival Dasar

Puluhan Perwira dijajaran Lanud Supadio mengikuti Latihan Survival Dasar “Alap Mandau-19”.

Selama 2 Hari, Puluhan Prajurit TNI AU di Lanud Supadio Gelar Latihan Survival Dasar
TRIBUN/ISTIMEWA
Komandan Pangkalan Komandan TNI AU (Lanud) Supadio Kolonel Pnb Palito Sitorus, S.I.P., M.M, saat memberikan pengarahan pada pelaksanaan latihan survival dasar, Jum’at (15/2) di main Apron Lanud Supadio 

Selama 2 Hari, Puluhan Prajurit TNI AU di Lanud Supadio Gelar Latihan Survival Dasar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Puluhan Perwira dijajaran Lanud Supadio mengikuti Latihan Survival Dasar “Alap Mandau-19”. 

Latihan yang digelar selama 2 hari dan rutin dilaksanakan setiap tahun dibuka secara resmi oleh Komandan Pangkalan Komandan TNI AU (Lanud) Supadio Kolonel Pnb Palito Sitorus, S.I.P., M.M, Jum’at (15/2)  di main Apron Lanud Supadio.  

Latihan Survival Dasar ini diikuti puluhan Perwira Pertama (Pama) gabungan dari Lanud Supadio, Skadron Udara 1 dan Skadron Udara 51.

Baca: Sat Res Narkoba Polses Mempawah Tangkap Pria Jadi Tersangka Penyalahguaan Narkotika

Baca: Ini Jawaban Sandiaga Saat Diteriaki Bojonegoro Tetap Jokowi

Baca: Curi Motor Warga, Pria 37 tahun Ini Ditangkap di Kampung Halamannya

Danlanud Supadio mengatakan latihan survival dasar ini merupakan bagian dari upaya pembinaan sumber daya manusia menuju profesionalisme dalam menghadapi situasi darurat dan kemampuan survival dasar merupakan salah satu kemampuan     yang     harus    dimiliki  setiap diri prajurit TNI AU yang sedang melaksanakan tugas operasi.

Oleh karena itu, lanjut Danlanud, latihan survival dasar ini dapat dijadikan wahana untuk menempa diri dalam melatih bertahan hidup baik secara perorangan maupun dalam bentuk kerjasama kelompok.

“Keberhasilan latihan sangat ditentukan oleh kecermatan dalam perencanaan, keseriusan dalam melaksanakan kegiatan serta kejelian pengawasan dan evaluasi pada setiap perkembangan yang terjadi di lapangan. Semua proses latihan merupakan tanggung jawab seluruh komponen   latihan,   baik  kolat,   pelatih, pelaku maupun pendukung, sehingga setiap komponen yang terlibat untuk mentaati aturan yang ada guna tercapainya sasaran latihan ini,” jelas Kolonel Pnb Palito Sitorus.

Terkait masalah safety, Danlanud  mengingatkan kembali bahwa kegiatan ini adalah latihan menuju pada tingkat  kesiapan operasional yang diharapkan organisasi, sehingga safety harus tetap menjadi pertimbangan utama pada setiap langkah yang dilakukan di daerah latihan.

Baca: Pemda Bangun Jalan Desa ke Kecamatan, Ini Penjelasan Gawat

Baca: Modus Tawaran Tumpangan Jadi Petaka Remaja Asal Kubu Raya, Diperkosa Hingga Dirampas Handphonenya

Baca: Tampilan Samsung Galaxy S10+ Bocor Sebelum Peluncuran, Yuk Intip Spesifikasi & Harganya!

“Saya tekankan, dalam melaksanakan latihan ini haruslah dengan sungguh-sungguh tanpa   mengabaikan  faktor keamanan dan keselamatan, taatilah semua  aturan  dan sesuaikan dengan rencana yang telah dibuat, laksanakan kodal latihan dengan tepat serta laporkan setiap perkembangan pelaksanaan latihan kepada pimpinan latihan, sehingga setiap permasalahan yang muncul dapat segera diatasi,”pungkas Danlanud.

Pada kesempatan yang sama Direktur Latihan (Dirlat) Kolonel Pnb Radar Soeharsono mengatakan latihan survival ini melibatkan ratusan anggota terdiri dari Kolat 21 personel, Pendukung 22 personel, Wasdal dan Penilai 9 personel, Pelatih dari Batalyon 465 Paskhas dan Denhanud 473 Paskhas 11 personel dan pelaku 37 personel.

“Adapun materi latihan berupa SERE, mengesan jejak, penggunaan GPS dan kompas, keterampilan melempar pisau, PPPK, caraka malam dan pengenalan Landing Craft Rubber (LCR),” jelas Kolonel Pnb Radar Soeharsono yang kesehariannya menjabat Danwing 7 Lanud Supadio.

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved